REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER - Langkah AC Milan memboyong striker Mancshester City, Edin Dzeko, menemui hambatan. The Citizens menolak proposal peminjaman yang telah dilayangkan I Rossoneri untuk menggunakan jasa penyerang 26 tahun tersebut.
Manchester Biru ogah melepas Dzeko dengan status pinjaman. Striker Bosnia itu baru diizinkan hengkang dari Etihad Stadium jika ada klub yang ingin membawanya secara permanen.
Dalam proposal yang disodorkan itu, Milan mengajukan penawaran untuk meminjam Dzeko selama satu musim. Milan juga siap membayar gaji Dzeko yang sebesar 170 ribu per pekan, plus opsi pembelian permanen di akhir musim.
Seperti dilansir Football Italia, Selasa (7/8), City menolak lantaran membutuhkan dana segar dari hasil penjualan Dzeko guna membeli amunisi baru. Maklum, tim metro dollar ini berhasrat besar mendatangkan juru gedor Arsenal, Robin Van Persie.
Untuk itu, City kini membanderol Dzeko dengan nilai 25 juta poundsterling. Penolakan City karena mereka mengetahui kondisi keuangan Milan yang sedang sehat menyusul penjualan Zlatan Ibrahimovic, dan Thiago Silva ke Paris Sanit-Germain (PSG).
City menganggap jumlah 25 juta pound mampu dipenuhi Il Diavollo Rosso yang telah mendapatkan total 50 juta pound dari hasil penjualan kedua bintangnya tersebut. Sebenarnya pinangan Milan gayung bersambut dengan Dzeko. Pasalnya, ia juga berniat menanggalkan kostum biru langit City.
Ia tidak ragu pindah ke klub lain lantaran pengalaman buruk di musim lalu. Musim 2011/2012 memang musim paling bersejarah bagi City. The Citizens berhasil menjuarai Liga Primer Inggris setelah 44 tahun penantian. Namun hal itu tidak sepenuhnya berlaku bagi Dzeko. Ia justru merasa memiliki pengalaman pahit. Maklum, pada musim lalu Dzeko lebih sering duduk di bangku cadangan lantaran tidak menjadi pilihan utama pelatih Roberto Mancini.
Di Liga Primer Inggris, Dzeko hanya membukukan 16 penampilan dan hanya dua kali dimainkan sejak menit pertama. Hingga saat ini ia mengaku tidak mengetahui kenapa Mancini kerap menomorduakannya.
"Musim lalu, khususnya di paruh kedua, saya jarang ditampilkan. Entah apa alasannya," ucap Dzeko dilansir The Sun akhir pekan lalu.
Dzeko mengatakan, hal tersebut telah membuatnya kehilangan ritme permainan. Sebab, alasannya bergabung bersama City adalah untuk bermain dalam setiap pertandingan. Ia pun mengaku tidak bisa membayangkan pada kenyataanya dapat berubah seperti itu.
"Saya terlalu bagus untuk menjadi pemain cadangan. Jika ini terus terjadi, maka segala sesuatunya (pindah klub) akan menjadi mungkin untuk dilakukan," ancamnya.