REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pelatih Juventus Antonio Conte secara emosional berteriak dengan nada marah pada sebuah konferensi pers. Ia menyebut hukuman skors sepuluh bulan yang dialamatkan kepadanya akibat terbukti terlibat pengaturan skor pertandingan sebagai aib.
Conte, yang berhasil membawa klub asuhannya memenangi gelar juara Seri A musim lalu pada kali pertamanya menangani Juventus, kalah dalam banding yang ia ajukan pekan ini. Sebelumnya, Conte memang telah terbukti terlibat dalam pengaturan skor pertandingan pada dua laga Siena di Seri B.
Meskipun telah dijatuhi hukuman skors sepuluh bulan, Juve, yang telah merekrut asisten pelatih Massimo Carrera sebagai pelatih sementara, akan kembali mengajukan banding ke pengadilan olahraga yang lebih tinggi, setelah gagal melepaskan Conte dari hukuman yang dikeluarkan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tersebut.
"Saya tidak bersalah. Ini aib. Saya bisa mengatakan ini selesai di FIGC, walaupun akan ada banding lagi," ungkap Conte kepada para jurnalis, saat Juventus berlatih di luar Turin, pada Kamis, seperti dikutip dari Reuters.
"Saya selalu menghormati hukum yang berlaku di dalam dan di luar lapangan, dan dalam kasus ini saya sudah bertindak tepat. Kemarin, seperti ceri yang ada di atas kue. Itu sesuatu yang serius, saya tidak pernah melihatnya," tambah Conte.
Pertandingan Siena yang dinilai melanggar hukum adalah ketika melawan Novara dan Albinoleffe pada Mei 2011. Persidangan banding FIGC pada Rabu memang menyatakan Conte tak bersalah dalam pengaturan skor pertandingan antara Siena dengan Novara, namun tetap harus dijatuhi hukuman skors sepuluh bulan akibat skandal pertandingan dengan Albinoleffe.
Tiga pengacara Juventus yang mendampingi Conte serta asisten Angelo Alessio yang juga terkenal hukuman skors, langsung menyerang dengan kecaman keras agar keputusan hukuman ditarik.
Menurut mereka, pada Kamis, bukti yang digunakan pada kasus Conte berasal dari kesaksian pemain yang tak bisa dipercaya. "Ini sangat aneh, semua yang terjadi pada saya. Saya tidak pernah bertaruh seumur hidup saya," ungkap Conte.
Juventus, walaupun tak terkait secara langsung, punya sejarah panjang dengan skandal pengaturan skor. Pada 2006, Juventus didegradasi akibat kasus yang sama.