REPUBLIKA.CO.ID, ROMA — Lazio sepertinya harus menanggung dua kerugian usai menjalani laga perdana Liga Eropa, Jumat (21/9) dini hari WIB. Setelah gagal mengalahkan tuan rumah Tottenham Hotspur, suporter Biancocelesti dikabarkan melakukan tindakan rasisme.
Atas laporan itu, Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dikabarkan menurunkan tim untuk menginvestasi kasus itu. laporan, suporter Lazio menirukan suara mirip kera kepada pemain Spurs yang berkulit hitam. Mereka yang menjadi sasaran adalah, Aaron Lennon, Jermain Defoe, dan Andros Townsend.
Setiap kali menyentuh bola, pendukung Lazio mencemooh dan menyoraki ketiganya. UEFA bertindak cepat setelah wasit Ovidiu Alin Hategan dan Adonis Procopiou selaku pengawas pertandingan membuat laporan resmi.
UEFA membuat kebijakan untuk mengambil tindakan keras kepada Lazio jika sampai tuduhan itu benar adanya. Pasalnya isu rasisme di lapangan menjadi salah satu perhatian UEFA untuk diperangi dan tidak ditoleransi.“UEFA telah membuka proses tindakan disiplin kepada SS Lazio berkaitan dengan tindakan tidak tepat (perilaku rasis) dari pendukungnya selama laga penyisihan grup Liga Eropa saat melawan Tottenham Hotspur FC,” demikian pernyataan resmi UEFA seperti dilansir Football-Italia.net, Sabtu (22/9).
UEFA sepertinya tidak mau main-main menyelesaikan persoalan itu. Federasi yang dipimpin Michel Platini itu dijadwalkan membahas kasus rasime itu untuk disidangkan Komite Kontrol dan Disiplin UEFA pada 18 Oktober mendatang.
Berdasarkan aturan Nomor 11 Peraturan Disiplin UEFA, klub besutan Vladimir Petkovic itu terancam denda sebesar 16 ribu poundsterling alias Rp 247 juta jika terbukti bersalah.
Bahkan bila terbukti tindakan suporter Lazio sangat kelewatan, UEFA bisa mengambil keputusan luar biasa. Sanksinya bisa berupa larangan bagi klub yang bermarkan di Roma itu untuk menghelat satu laga tanpa penonton. Bahkan untuk kasus yang lebih kompleks, sebuah klub bisa dikenai pengurangan poin.