Kamis 18 Oct 2012 16:33 WIB

Juventus Bantah Tudingan Konspirasi Buffon

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Fernan Rahadi
 Kiper timnas Italia, Gianluigi Buffon, berteriak meluapkan kegembiraannya usai memastikan diri lolos ke babak perempat final dengan mengalahkan Republik Irlandia di laga terakhir Grup C Piala Eropa 2012 di Poznan, Polandia, pada Senin (18/6).
Foto: Reuters/Sergio Perez
Kiper timnas Italia, Gianluigi Buffon, berteriak meluapkan kegembiraannya usai memastikan diri lolos ke babak perempat final dengan mengalahkan Republik Irlandia di laga terakhir Grup C Piala Eropa 2012 di Poznan, Polandia, pada Senin (18/6).

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN  --  Jelang laga big match Serie A antara Juventus versus Napoli, terdapat isu adanya konspirasi antara Juventus dengan timnas Italia. Isu tersebut tidak terlepas absennya kiper utama Italia, Gianluigi Buffon, pada laga melawan Denmark pada kualifikasi Piala Dunia 2014 Rabu (17/10) dini hari lalu.

Buffon dinilai sengaja mencari celah untuk absen memperkuat negara demi kebugaran di laga melawan Napoli. Di pihak lain, kiper Napoli Morgan De Sanctis harus jadi pengganti Buffon di laga melawan Denmark pekan lalu.

Manajer umum Juventus, Guiseppe Marotta, berang mendengar isu tersebut. “Omong kosong bila Buffon sengaja absen. Dia bukan tipikal pemain seperti itu. Dia kapten Italia yang selalu ingin tampil memperkuat tim nasional,” ujar Marotta kepada Tuttosport.

Sebaliknya, Marotta justru menyebut absennya Buffon di laga melawan Denmark akibat persoalan fisik.  Menurut Marotta, kebugaran Buffon pun masih tanda tanya untuk bermain melawan Napoli. “Namun kami masih memiliki (Marco) Storari yang selalu siap,” ujar Marotta.

Tidak hanya Buffon, Arturo Vidal juga dituding sejumlah media sengaja absen memperkuat Chile di laga kualifikasi melawan Argentina. Isu konspirasi tidak terlepas kartu merah yang diterima Vidal saat dirinya membela Chile menghadapi Ekuador, pekan lalu. Akibat kartu merah itu, Vidal pun mempercepat kepulangannya ke Turin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement