REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Mantan pemain Manchester United (MU), Gary Neville, mengecam wasit pemimpin pertandingan Chelsea versus MU pada lanjutan Liga Primer Inggris, Ahad (28/10) malam, Mark Clettenburg.
Menurut Neville, keputusan mengeluarkan Branislav Ivanovic sudah benar, akan tetapi mantan bek kanan timnas Inggris itu tidak sepakat pada kartu kuning kedua untuk Fernando Torres, saat bomber timnas Spanyol itu terjatuh karena adanya kontak dengan Jonny Evans.
Meskipun demikian, menurut dia Torres seharusnya sudah dikeluarkan sejak babak pertama saat pemain berusia 28 tahun itu mengasari Tom Cleverley. Torres hanya mendapatkan kartu kuning pada insiden tersebut.
"Wasit bersalah dalam kedua insiden tersebut. Kejadian pertama (pelanggaran Torres terhadap Cleverley) seharusnya patut diberikan kartu merah. Sedangkan kejadian kedua (dimana Torres terjatuh) seharusnya tidak pantas diganjar kartu kuning," kata Neville.
Menurut Neville, peristiwa jatuhnya Torres itu bukanlah diving. "Kita melihat jenis yang berbeda dari 'terjatuh' di sini. Menurut saya ia layak jatuh meskipun tidak terjadi ganjalan keras terhadapnya."
"Yang dihadapi Torres adalah Jonny Evans, pemain bertinggi 6,1 kaki yang hendak melakukan tekel agresif terhadapnya. Saya kira Torres mungkin berpikir ia harus jatuh karena jika tidak jatuh pun Evans sudah akan menjatuhkannya," ujarnya.
"Saya kira wasit-wasit sedang bingung karena saat ini semua orang berbicara tentang diving. Hal itu (yang dilakukan Torres) bukanlah diving. Ia (Torres) mungkin bisa tidak terjatuh saat insiden tersebut. Namun yang ia lakukan tak pantas mendapatkan kartu kuning. Menurut saya itu bukan kartu kuning," kata Neville, yang kini menjabat sebagai salah satu staf pelatih timnas Inggris itu.