REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA -- Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Tengah AKBP Pambudi di Palangka Raya, Senin (10/12), menilai bahwa apa yang dilakukan PSSI di lobbi hotel Hotel Aquarius Boutique bukanlah Kongres Luar Biasa (KLB). Menurutnya, PSSI sekadar melakukan absensi atau verifikasi kehadiran pengurus di tempat itu.
Dilaporkan sebelumnya, PSSI sedianya hari ini mengagendakan menggelar kongres di ballroom lantai tiga hotel. Namun, rencana itu urung terlaksana karena polisi menyegel ballroom tersebut dengan alasan PSSI tidak mendapatkan rekomendasi dari pemerintah.
"Kongres Luar Biasa PSSI tidak disetujui karena tidak mengantongi izin dari pemerintah pusat untuk menggelar kegiatan tersebut, sehingga kepolisian tidak dapat memberikan izin," kata Pambudi, Senin (12/10).
Menurut Pambudi, apa yang dilakukan pengurus PSSI di lobbi hotel tidak menjadi masalah karena PSSI hanya melakukan absensi kehadiran peserta.
Sampai dengan berita ini ditulis, pihak kepolisian enggan memberikan banyak komentar terkait dengan pelaksanaan Kongres Luar Biasa PSSI tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 40 personel kepolisian diturunkan untuk mengamankan kegiatan penolakan pemberian izin kongres tersebut. Ratusan pengurus PSSI dan aparat keamanan terlihat berjaga-jaga di lobbi hotel. Meski demikian suasana tetap terjaga secara kondusif, tanpa ada permasalahan yang dapat memicu konflik.
Ketua Umum PSSI Djohar Ariffin Husin yang didampingi Sekretaris Jenderal Halim Mahfudz menyatakan, mereka telah melakukan kongres luar biasa.
"Tempat dilaksanakannya kongres tidak masalah meski dimana saja, yang penting semua sesuai dengan aturan dan memenuhi persyaratan. Kami tetap mengklaim kongres ini sah dengan disaksikan oleh perwakilan dari FIFA dan AFC," kata Djohar.