REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKARAYA -- Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Halim Mahfudz enggan menanggapi serius adanya wacana Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) berniat mengambil alih kepengurusan PSSI.
Ketika ditanya mengenai langkah apa yang akan dilakukan. Halim justru menjawab dengan pertanyaan singkat. "Udah dilakukan belum?" singkat Halim saat ditemui di Hotel Aquarius, Palangkaraya, Kalimantan Tengah Senin (10/12).
Meski begitu, Halim sangat menyayangkan sikap KPSI itu. Menurutnya, hal tersebut justru semakin menunjukkan kepada masyarakat bahwa KPSI memiliki sikap arogansi.
"Kita (PSSI) sih tidak pernah melakukan keputusan yang merusak seperti itu. Biar masyarakat saja yang menilai," ucap Halim.
Seperti diketahui, pada Senin (10/12) ini, KPSI menggelar kongres tandingan di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta. Salah satu keputusan yang dibuat menyebutkan ketua KPSI La Nyalla, yang ditunjuk pada Kongres Luar Biasa pada 18 Maret 2012 di Ancol, Jakarta, akan mengambil alih tanggung jawab hukum dan finansial PSSI Djohar Arifin Husin.
Keputusan itu diambil karena Djohar dianggap sudah tidak lagi diakui para anggota PSSI, khususnya para voters yang saat itu lebih memilih La Nyalla.