Senin 17 Dec 2012 19:35 WIB

PSG Kudeta Puncak Klasemen, Ini Kata Ancelotti

Rep: Adi Wicaksono/ Red: Fernan Rahadi
Carlo Ancelotti
Foto: guardian.co.uk
Carlo Ancelotti

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Paris Saint Germain (PSG) berhasil mengkudeta Olympique Lyon dari puncak klasemen Ligue 1 setelah menang tipis 1-0 saat menjamu Lyon di Stadion Parc des Princes, Senin (17/12) dinihari WIB.

Bagi pelatih PSG Carlo Ancelotti, kemenangan tersebut tidak hanya menandai perebutan puncak klasemen, namun juga menandai peningkatan semangat juang dan  karakter permainan  yang ditunjukkan Zlatan Ibrahimovic dkk setelah serangkaian hasil buruk di awal musim.

"Para pemain tampil bagus. Segalanya kini sudah berubah," kata Ancelotti dlansir Sports Mole, Senin (17/12).

Ancelotti mengungkapkan, permainan PSG sudah semakin seimbang di segala lini. Para pemain depan kini sudah semakin aktif dan bekerja dengan baik untuk membantu barisan pertahanan. Hal itulah yang membuat PSG akhirnya sukses meraih kemenangan dengan hasil clean sheet pada tiga laga terakhir.

"Sepak bola memang aneh. Di saat situasi sulit, para pemain harus mampu tampil dengan solid," ucap Ancelotti.

Ancelotti mengaku tak mudah meraih kemenangan dari Lyon. Apalagi diakuinya, tim tamu merubah skema permainan dari yang biasanya. Selain itu, Lyon juga merupakan tim yang solid dan memiliki karakter pantang menyerah.

"Babak pertama kami cukup kesulitan. Tapi babak kedua kami tampil lebih mendominasi," ungkapnya.

Dia pun merasa sangat senang pada barisan pertahanan PSG yang mampu menahan gempuran Lyon untuk mengejar ketertinggalan di babak pertama.

"Pertahanan kami sangat sempurna di babak kedua," tambahnya.

Setelah meraih kemenangan dan berada di urutan teratas klasemen, Ancelotti pun semakin yakin dengan komposisi pemain yang ada saat ini. Untuk itu, ia menyatakan tidak akan melakukan perekrutan pemain baru pada bursa transfer Januari 2013.

"Kami tak butuh pemain baru lagi," katanya mengakhiri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement