REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wasit Aeng Suarlan yang memimpin pertandingan pembukaan kompetisi Indonesia Super League (ISL) antara Sriwijaya FC melawan Persiba Balikpapan terancam sanksi tegas dari Komite Wasit PSSI versi KLB Ancol terkait kepemimpinannya.
Anggota Komite Wasit PSSI versi KLB Ancol, Purwanto, di Jakarta, Senin, mengatakan saat memimpin pertandingan perdana ISL tersebut Aeng Suarlan dinilai telah melakukan kesalahan yang cukup fatal.
"Semua orang tahu ada kesalahan. Nyata itu kelalaiannya," katanya. "Dia akan diparkir dulu. Nanti kita putuskan dengan hitam di atas putih. Kita harus fair."
Pada pertandingan itu, seharusnya wasit Aeng Suarlan memberikan kartu merah kepada kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu, yang menangkap bola di luar kotak penalti. Namun, sang wasit hanya memberikan kartu kuning.
Sebelum memutuskan sanksi, pihaknya terlebih dahulu akan memanggil wasit Aeng Suarlan untuk meminta keterangan. Setelah itu, pihaknya baru akan memutuskan sanksi sesuai dengan aturan yang ada.
Selain akan memarkir dalam waktu yang belum ditetapkan, wasit yang melakukan pelanggaran juga terancam turun kasta atau tidak boleh memimpin kompetisi tertinggi hingga batas waktu tertentu.
Guna meningkatkan pengetahuan wasit, kata dia, Komite Wasit akan terus melakukan penyegaran termasuk mengenalkan peraturan-peraturan atau Law of The Games FIFA yang selama ini menjadi acuan.