REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Sebelum duel melawan Queens Park Rangers (QPR), Rabu (30/1) WIB dini hari tadi, pelatih Manchester City Roberto Mancini kehilangan salah satu amunisi di lini depannya. Mario Balotelli memutuskan untuk kembali ke Italia dan membela AC Milan dengan kontrak empat setengah tahun.
Mancini sempat bersikukuh tidak akan melepas Balotelli meskipun penyerang asal Italia itu kerap bertindak kontroversial dan sempat terlibat pertengkaran dengan dirinya.
"Saya kehilangan satu striker penting, yang bisa jadi krusial dalam 14 laga (liga) ke depan," katanya seperti dilansir BBC Sport selepas laga melawan QPR.
Dengan kepergian Balotelli, City tinggal memiliki tiga striker berpengalaman, yakni Sergio Aguero, Carlos Tevez, dan Edin Dzeko. Kondisi itu membuat Mancini kebingungan karena harus mencari sosok pengganti Balotelli.
Arsitek asal Italia tidak banyak mempunyai waktu karena bursa transfer akan ditutup pada akhir Januari ini. "Sangat sulit untuk membeli pemain bagus dalam momen seperti ini," katanya.
Terkait Balotelli, Mancini hanya berharap mantan anak asuhnya itu bisa terus mengembangkan kemampuannya bersama Milan. Ia berpendapat, kembali ke kompetisi Italia bisa menjadi jalan terbaik untuk penyerang berusia 22 tahun itu.
Saat ditanya apakah akan merindukan sosok Balotelli, Mancini menjawab,"Ya, saya (juga) berpikir dia akan merindukan saya dan juga para jurnalis. Untuk anda (jurnalis), dia sangat penting," katanya.