REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Agustus 2004 silam, banyak yang meyakini tim sepak bola Italia ini hanya tinggal nama. Kebangkrutan lantaran menumpuk hutang sebesar 70 juta euro (Rp 905 miliar), membuat mereka harus siap angkat kaki dari pentas sepak bola Italia. Ya, klub itu bernama Napoli, klub Italia yang berdiri sejak 1904.
Namun tak lama setelah keterpurukan itu, Napoli mencoba bangkit setelah Aurelio de Laurentiis mengambil alih kepemilikan saham dan sekaligus pimpinan klub. Merangkak dari kasta terbawah Liga Italia, Serie C 1, Napoli terus berkembang. Hingga kini, dalam delapan tahun perjalanannya, Napoli menjelma menjadi salah satu klub hebat di Serie A.
"Aku pikir sepak bola kini telah menjadi gaya hidup bahkan sebuah agama baru di Naples (markas Napoli)," kata Presiden FIFA, Sepp Blatter seperti dikutip Football Italia, Jumat (8/2). Pengakuan tersebut tidak berlebihan bagi petinggi asosiasi sepak bola dunia itu. Menurutnya, tim yang kini mendarat di posisi kedua klasemen sementara itu bakal siap menjadi raja Eropa bersama striker terbaiknya, Edinson Cavani.
Napoli kini memang tengah berambisi besar dalam mengejar mimpi Scudetto yang terakhir kali mereka rengkuh 24 tahun lalu. Pada musim 1989-1990, Azzurri sukses mengangkat trofi Serie A berkat pahlawannya yang juga legenda sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona. Mimpi itu kembali meretas tahun ini. Kedatangan El Matador, Edinson Cavani pada musim 2010-2011, membuat klub yakin Scudetto itu akan dipersembahkan pemain berjuluk new Maradona.
"Aku akan tetap berada di sini demi memberikan scudetto untuk para pendukung kami," ujar Cavani seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, Kamis (7/2). Ia pun mengaku terus menolak tawaran dari sejumlah klub elit Eropa yang ingin memboyongnya.
Mimpi scudetto itu siap terus dikawal Cavani sampai saat ini timnya melakoni laga big match kontra Lazio di giornata ke-24, Ahad (10/2) dini hari WIB. Stadion Olimpico, Roma, bakal menjadi arena perang dua raksasa Italia. Lazio yang kini masih bertengger di peringkat tiga klasemen sementara, siap menjamu Napoli yang kini di posisi kedua menempel ketat Juventus di puncak klasemen dengan selisih tiga poin.
Napoli sepanjang musim ini terus mengukir sederet hasil posisif. Il Partenopei bahkan belum terkalahkan di enam laga terakhirnya. Banyak yang memprediksi, di tengah performa tim yang terus konsisten, Napoli siap mencuri tiga poin di Olimpico. Tiga poin itu menjadi krusial, yang akan membantu Cavani dkk menggeser Juventus di puncak klasemen.
Cukup beralasan. Sebab dalam laga lawatannya nanti, Lazio pun tengah dirundung badai cedera. Dalam dua pekan terakhir, Biancoceleste ditinggal tiga pemainnya: Miroslav Klose, Cristiano Brocchi, dan Alvaro Gonzales.
Klose harus meninggalkan skuat Lazio selama dua bulan lantaran cedera pada ligamen lutut yang membuatnya absen selama dua bulan. Brocchi, bek 37 tahun itu juga harus menepi tiga bulan usai cedera pergelangan kaki. Sementara itu, Alvaro Gonzales, sang gelandang, kecil kemungkinan akan diturunkan usai cedera tulang wajah yang didapatnya saat membela Uruguay dalam laga persahabatan kontra Spanyol, tengah pekan ini.
Kendati demikian, tengah pekan ini pula, Lazio membuat langkah besar yang cukup mengejutkan sejumlah klub Serie A. striker berpaspor Prancis, Louis Saha, sukses didatangkan Biancoceleste selepas bursa transfer musim dingin ditutup. Kehadiran mantan bomber Manchester United itu, didapuk untuk menggantikan peran Miroslav Klose. Ada kemungkinan yang kian terbuka lebar, pemain yang didatangkan Lazio dengan status bebas transfer itu bakal melakoni debutnya saat menjamu Napoli nanti malam.
Dilansir laman resmi klub, Jumat (8/2), Saha telah melakoni latihan bersama rekan-rekannya jelang laga yang bertajuk anti-Naples tersebut. Pemain yang terakhir kali membela klub liga primer, Sunderland, itu terlihat di kamp latihan seiring kehadiran gelandang Lazio, Hernanes yang dalam sepuluh hari terakhir ini juga memasuki masa pemulihan akibat cedera pada gelar Coppa Italia dua pekan lalu. Hernanes dikabarkan telah pulih dan siap turun dalam laga nanti.