REPUBLIKA.CO.ID, VALENCIA -- Paris Saint-Germain (PSG) meraih modal berharga dengan merebut kemenangan tandang di markas Valencia pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Namun, keunggulan tim asal Prancis itu di Stadion Mestalla harus berakhir dengan pahit jelang pertandingan usai.
Dalam laga Rabu (13/2), PSG sudah memimpin dua gol saat pertandingan hanya tersisa beberapa menit. Tetapi kelengahan di barisan pertahanan PSG pada menit ke-90, membuat Adil Rami bisa mencetak gol untuk membuat kedudukan akhir 2-1.
"Akhir laga yang tidak bagus untuk kami," kata arsitek PSG, Carlo Ancelotti, selepas laga, seperti dilansir Sky Sports.
Ancelotti pantas kecewa karena melihat timnya tampil cukup solid sejak awal pertandingan. Gol Ezequiel Lavezzi dan Javier Pastore membuat PSG unggul hingga akhir babak pertama.
Namun konsentrasi para penggawa Les Parisiens justru buyar di waktu krusial. Bek Valencia, Rami, tidak terkawal di depan gawang dan mampu mengoptimalkan umpan tendangan bebas Tino Costa.
Bukan hanya itu yang menjadi sumber kekecewaan Ancelotti. Kartu merah yang diterima Ibrahimovic menjadi pukulan bagi Les Parisiens.
Wasit menganggap penyerang asal Swedia itu melakukan pelanggaran keras ketika berusaha merebut bola dari gelandang Valencia, Andres Guardado. Namun, Ancelotti menilai aksi Ibra merupakan pelanggaran biasa.
"Saya terkejut dengan hukuman kartu merah," ujar arsitek asal Italia itu.
Keputusan wasit kali ini membuat Ibra dipastikan absen saat PSG menjamu Valencia di Paris dalam laga leg kedua, awal Maret nanti. Tidak tampilnya pemain berjuluk Ibracadabra itu bisa jadi akan mengurangi kekuatan lini depan Les Parisiens.