REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih ad interim Chelsea, Rafael Benitez, paham kursi pelatihnya di Stamford Bridge tak lagi empuk di beberapa pekan terakhir ini. Sederet hasil angin-anginan the Blues membuat pelatih asal Spanyol itu santer bakal segera dipensiunkan akhir musim ini.
Rafa kini mulai melirik klub raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid, untuk menjadi labuhan barunya sebagai juru racik.
Real Madrid memang sempat mendaftarkan nama Benitez sebagai suksesor Jose Mourinho di Bernabeu. Mendapat kabar tersebut, Banitez lantas sumringah dan menyambut positif tawaran tersebut. Madrid, kata Benitez, merupakan klub yang memang menjadi tambatan hatinya.
"Sebagai seorang manajer, tentu ada klub yang menjadi kekasihnya," kata Benitez menyebut Madrid dalam ungkapannya tersebut. Komentar itu disampaikannya saat diwawancarai Radio Nacional de Espana seperti dilutip ESPN Soccernet pada Rabu (20/2).
Hal tersebut mungkin saja memang ada dalam benak Benitez. Lantaran Real Madrid sendiri merupakan tim yang sempat membesarkannya sebagai pesepakbola. Pelatih 52 tahun itu memang dilahirkan di Madrid.
Di sana, ia juga sempat menjadi penghuni Santiago Bernabeu meski memperkuat Real Madrid Castilla di Segunda division. Di klub dua Real Madrid itu, Rafa menorehkan 247 caps dan tujuh gol pada musim 1974 hingga 1981.
Benitez juga pernah menjadi manajer Real Madrid B pada musim 1993-1995 saat melakoni debutnya sebagai seorang pelatih.