REPUBLIKA.CO.ID, NYON -- Mantan Presiden FIFA, Joao Havelange (96 tahun), akhirnya memutuskan mengundurkan diri sebagai presiden kehormatan FIFA di tengah tuduhan praktek suap yang menerpa dirinya.
Bersama dengan dua mantan anggota Komite Eksekutif FIFA, Ricardo Teixeira (66) dan Nicolas Leoz (84), eks Presiden FIFA itu dianggap menerima komisi dari mitra marketing FIFA, International Sports Leisure (ISL), pada 1997 silam.
Kepala bagian hukum FIFA, Hans-Joachim Eckert, menjelaskan hasil investigasi menunjukkan Presiden FIFA, Sepp Blatter, belum terbukti melanggar etika. Namun, Eckert tetap mempertanyakan keterlibatan Blatter dalam kasus 1997 tersebut. Apakah Blatter tahu atau tidak soal adanya transfer dana ke para pejabat tinggi di FIFA.
Pada 1997 saat skandal penyuapan itu terjadi, Blatter yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FIFA itu secara resmi memperbolehkan transfer dana dari ISL sebesar 1 juta pound kepada Havelange. Havelange saat itu masih menjadi Presiden FIFA.
Ketika ditanya oleh Komite Etik, Blatter mengaku tidak mengetahui uang itu sebagai komisi.
''Upaya yang dilakukan Blatter bisa dibilang gegabah. Karena, seharusnya klarifikasi internal sudah dilakukan jauh-jauh hari. Tapi, toh tindakan ini tidak termasuk dalam tindakan kriminal ataupun pelanggaran etika,'' ujar Eckert, seperti dilansir The Guardian, Selasa (30/4).