REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Setelah kegagalan Real Madrid di Liga Champions, masa depan Jose Mourinho di Los Blancos terus menjadi rumor dan polemik. Mourinho terus dikabarkan bakal hengkang dari Stadion Santiago Bernabeu dan kembali ke Inggris untuk membesut The Blues.
Real Madrid mesti menghentikan langkahnya di Liga Champions setelah disingkirkan Borussi Dortmund di fase semifinal dengan aggregat 3-4. Musim Madrid terasa lebih berat setelah gelar La Liga juga kemungkinan besar bakal terbang ke markas rival abadinya, Barcelona. Praktis, Madrid hanya berharap untuk bisa meraih gelar Copa Del Rey dengan mengalahkan Atletico Madrid, 17 Mei mendatang.
Akibatnya, Mourinho terus diberitakan bakal hengkang dari Real Madrid. Dalam beberapa kesempatan, eks pelatih Inter Milan itu juga sempat mengisyaratkan untuk menyudahi kariernya bersama Real Madrid. Mou pun diisukan bakal kembali membesut Chelsea, tim yang pernah ditangani pada 2004 hingga 2007.
Bahkan, kabar yang berkembang, Mou berharap untuk dipecat dan mendapatkan dana kompensasi dari Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Selain itu, pemilik Chelsea, Roman Abramovic, diminta untuk bisa menyiapkan dana sebesar 10 juta euro (Rp 127 miliar) guna bisa menebus Mou dari Madrid.
Namun, semua kabar ini langsung dibantah Mourinho. Dalam press conference yang dilakukan setelah sesi latihan sore timnya, Mourinho mengisyaratkan bakal tetap bertahan di Los Blancos. ''Saya telah putuskan untuk tetap melanjutkan pekerjaan di sini,'' ujar Mou, Selasa (7/5) waktu setempat.
''Saya ingin dibayar oleh Madrid sampai saya berhenti bekerja di sini, bukan setelah saya tidak bekerja di sini lagi. Itu bukan prinsip saya. Saat ini, saya baik-baik saja, tenang, dan normal,'' tutur pelatih berusia 50 tahun itu menanggapi rumor yang menyebut dia mengharapkan kompensasi yang besar jika dipecat Los Blancos.