REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua 1 Pengprov PSSI Jawa Barat, Nurhasan, menyesalkan tindakan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, yang ingin membekukan Pengurus Provinsi (Pengprov).
Padahal, sebelumnya Pengprov dikumpulkan untuk membuat gerakan menghilangkan Komisi Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) dengan nama caretaker. Pengprov tersebut pun dilantik.
''Masa seenaknya dibekukan, setelah dilantik,'' kata Nurhasan, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/5).
Nurhasan memertanyakan kesalahan-kesalahan pengurus provinsi. Jika itu melanggar statuta, pihaknya dengan senang hati akan turun dan membubarkan diri
''Harusnya Pak Djohar sadar,'' katanya
Nurhasan juga memertanyakan pembiayaan yang dilakukan PSSI untuk melantik Pengprov. Menurut dia, komitmen pengurus untuk menyelamatkan pesepakbolaan Indonesia terlihat ketika pelantikan. Pengprov membiayai sendiri pelantikan tersebut.
''Biaya semua ditanggung Pengprov. Tak ada dana yang dikeluarkan PSSI,'' katanya.
Nurhasan mengabarkan dana yang keluar dari Pengprov untuk pelantikan berkisar antara Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Dan PSSI tidak keluar dana.