Kamis 16 May 2013 15:38 WIB

PSSI Jabar Sesalkan Tindakan Djohar Arifin

Rep: Wahyu Syahputra/ Red: Didi Purwadi
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua 1 Pengprov PSSI Jawa Barat, Nurhasan, menyesalkan tindakan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, yang ingin membekukan Pengurus Provinsi (Pengprov).

Padahal, sebelumnya Pengprov dikumpulkan untuk membuat gerakan menghilangkan Komisi Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) dengan nama caretaker. Pengprov tersebut pun dilantik.

''Masa seenaknya dibekukan, setelah dilantik,'' kata Nurhasan, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/5).

Nurhasan memertanyakan kesalahan-kesalahan pengurus provinsi. Jika itu melanggar statuta, pihaknya dengan senang hati akan turun dan membubarkan diri

''Harusnya Pak Djohar sadar,'' katanya

Nurhasan juga memertanyakan pembiayaan yang dilakukan PSSI untuk melantik Pengprov. Menurut dia, komitmen pengurus untuk menyelamatkan pesepakbolaan Indonesia terlihat ketika pelantikan. Pengprov membiayai sendiri pelantikan tersebut.

''Biaya semua ditanggung Pengprov. Tak ada dana yang dikeluarkan PSSI,'' katanya.

Nurhasan mengabarkan dana yang keluar dari Pengprov untuk pelantikan berkisar antara Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Dan PSSI tidak keluar dana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement