Senin 20 May 2013 15:29 WIB

Fiorentina Keluhkan 'Hadiah' Penalti Milan

Rep: Adi Wicaksono/ Red: Karta Raharja Ucu
Pemain Fiorentina memprotes keputusan wasit Paolo Tagliavento (kanan) saat menghadapi AC Milan di laga Serie A Italia di Stadion Artemio Franchi, Florence, Ahad (7/4).
Foto: Reuters/Giampiero Sposito
Pemain Fiorentina memprotes keputusan wasit Paolo Tagliavento (kanan) saat menghadapi AC Milan di laga Serie A Italia di Stadion Artemio Franchi, Florence, Ahad (7/4).

REPUBLIKA.CO.ID, FLORENCE -- AC Milan dituding sejumlah punggawa Fiorentina dibantu wasit saat keduanya bentrok di laga terakhir Liga Italia Serie-A musim ini, Senin (20/5) dini hari WIB. Menurut Fiorentina Milan beruntung bisa meraih tiket Liga Champions karena diberi 'hadiah' penalti pada laga kontra Siena.

"Sangat mengecewakan impian kami harus kandas dengan cara seperti itu. Ada penyesalan besar terutama ketika kami melihat Milan mendapat 'hadiah' penalti," kata bek sayap Fiorentina, manuel Pasqual seperti dilansir Football-Italia, Senin (20/5).

Pasqual mengatakan, sejatinya finish di empat besar sudah merupakan capaian yang bagus buat Fiorentina. Namun, ia tak memungkiri penghuni kamar ganti La Viola sangat mengharapkan tiket terakhir ke Liga Champions.  Kubu Fiorentina bahkan sempat yakin telah menggenggam tiket tersebut ketika unggul telak 5-1 atas Pescara di saat Milan tertinggal satu gol dari Siena.

Keluhan serupa dilontarkan Direktur Olahraga Fiorentina Daniele Prade. Menurutnya, insiden yang melibatkan bek Siena Dias Felipe dan striker Milan, Mario Balotelli di menit-menit akhir laga tidak layak diganjar dengan penalti. "Ini hasil yang kurang fair. Tapi, kami harus tetap berbahagia," imbuhnya.

Usai laga kontra Pescara berakhir, lanjut Prade, kondisi kamar ganti Fiorentina terpecah. Sebagian merasa senang. Tapi, tak sedikit pula yang merasa kecewa berat. "Euforia kemenangan kami berubah menjadi depresi malam ini," keluh Prade.

Bagaimanapun, Prade menyerukan para prajuritnya agar tak terlalu lama terlarut dalam kekecewaan. Ia merajuk skenario akhir seperti ini telah dirancang sebelumnya. Ia menegaskan finish di empat besar adalah prestasi hebat untuk Fiorentina.

Melalui akun Twitter pribadinya, Gonzalo Rodriguez menyampaikan kekecewaan tak kalah hebat. Hanya, bek asal Argentina ini enggan mengobral perasaan itu ke publik. "Jika saya mengatakan apa yang saya pikirkan, maka saya akan dilarang untuk bermain di Italia untuk seterusnya," kicaunya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi