REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Florentino Perez akan menjalani masa jabatan keempat kalinya sebagai presiden Real Madrid mulai pekan depan. Kepastian itu didapat lantaran tak seorang pun yang maju menjadi lawannya di pemilihan calon presiden El Real.
Reuters melaporkan, tahun lalu, pria 66 tahun ini mendapatkan dukungan dari para anggota klub. Pengusaha kontruksi ini diminta mengubah peraturan agar pihak luar tidak bisa mengendalikan Madrid.
Kandidat presiden potensial harus menjadi anggota klub setidaknya selama 20 tahun, naik dari persyaratan sebelumnya yakni sepuluh tahun. Selain itu, capres Madrid harus menyetorkan garansi bank yang bernilai 15 persen dari bujet klub atau sekitar 75 juta euro, serta tidak boleh mengandalkan pihak ketiga.
Perez akan resmi diperkenalkan untuk masa jabatan empat tahun berikutnya sebagai Presiden Madrid, Selasa (4/6) besok.
Perez menjabat Presiden Madrid pada 2000 sampai 2006. Saat itu, ia sempat mendatangkan pemain-pemain bintang ke Santiago Bernabue, seperti Zinedine Zidane, David Beckham, Luis Figo, hingga Ronaldo. Saat itu, Madrid sempat dijuluki Los Galaticos. Namun, Perez sempat mengundurkan diri pada separuh masa jabatan.
Ia kembali pada 2009, setelah Ramon Calderon dipaksa mengundurkan diri akibat dituding melakukan kecurangan pada majelis umum klub. Madir adalah salah satu tim strata teratas Spanyol yang dimiliki para anggotanya, bersama Barcelona, Athletic Bilbao, dan tim yang berbasis di Pamplona, Osasuna.
Salah satu masalah utama yang harus diselesaikan Perez adalah mencari pengganti Jose Mourinho sebagai pelatih. Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Carlo Ancelotti dan pelatih Bayern Muenchen Jupp Heynckes dilaporkan menjadi kanditat kuat pengganti Mourinho.
Perez berkata Madrid membutuhkan seorang pelatih yang memahami mereka dengan baik. "Dan tim kami memerlukan sejumlah perubahan, tapi tidak banyak," kata Perez kepada ABC.
"Pintu tidak tertutup bagi Mourinho. Ia meninggalkan kesedihan setelah kesulitan memahami seperti apa media di sini."
Musim ini menjadi musim Madrid lantaran mereka tidak meraih satu tropi pun. Di La Liga Spanyol, Madrid finish diperingkat kedua. Sementara di Liga Champions, Los Blancos tersingkir di babak semifinal. Kegagalan Madrid kian sempurna saat dihancurkan Atletico Madrid di final Piala Raja.