Senin 01 Jul 2013 15:06 WIB

Legenda Maradona yang Mengundang Kecewa

Rep: M Ikhsan Shiddieqy/ Red: Heri Ruslan
  Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona menyapa penggemar saat datang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (29/6). (Republika/ Yasin Habibi)
Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona menyapa penggemar saat datang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (29/6). (Republika/ Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID --  Sosok tinggi besar berkemeja hitam menginjakkan kakinya di rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Dia sedikit mengangkat kepalanya dan berjalan menembus kerumunan. Penggemar pun bersorak-sorai ketika dia naik panggung.

Kejadian pada Sabtu (29/6) petang itu bakal jadi momen tak terlupakan bagi kerumunan anak-anak dari sisi lapangan lalu ke sisi tribun. Inilah kali pertama bagi mereka melihat langsung legenda hidup sepak bola dunia asal Argentina bernama Diego Armando Maradona.

Anak-anak di sisi lapangan itu rencananya mendapatkan coaching clinic dari sang legenda. Namun, penampilan Maradona petang itu tak terlihat seperti akan beraksi di lapangan hijau. Kaus khas bergaris putih dan biru muda kebanggaan Argentina tak melekat di badannya.

Maradona hanya melambaikan tangan ke kerumunan anak-anak. "Saya senang bisa ke sini. Melihat kalian. Saya juga dulu main bola sejak kecil seperti kalian," kata Maradona. Dia berpesan, untuk menjadi pemain bola profesional tidak cuma berlatih sehari dan besok, tetapi harus kerja keras.

Dia menegaskan agar anak-anak berlatih dengan disiplin. Maradona pun berharap masa depan bola Indonesia bisa lebih baik. Gemuruh tepuk tangan pun menyeruak. Maradona sempat meraih bola dan menendangnya ke lapangan. 

Dia menandatangani bola itu, kemudian melempar tendangan ke arah tribun. Aksi singkat Maradona ini membuat suasana cukup riuh. Kerumunan orang berharap mendapat bola bertanda tangan sang legenda. 

Maradona tak berlama-lama di stadion. Dia lalu masuk ke mobil dan pergi. Acara coaching clinic bersama mantan bintang yang membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986 itu pupus sudah. Kekecewaan menyelimuti Gelora Bung Karno petang itu.

Beberapa jam berikutnya, Maradona menghadiri 'gala dinner' di Djakarta Theatre XXI, Jakarta. Dalam kesempatan ini, dia memberi pesan penting. "Saya mau bilang kalau politik jangan dicampur dengan sepak bola," ujar Maradona. Semangat olahraga bisa membuat semua menjadi bersama lagi.

Maradona tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu pagi. Sesampai di Jakarta, Maradona dijadwalkan menyapa para awak media pukul 10.00 WIB. Namun, hingga pukul 11.00 siang, pemain asal Argentina itu tidak kunjung datang karena mengalami bad mood.

Maradona awalnya dijadwalkan untuk berkunjung ke empat kota, yakni Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan untuk memberikan coaching clinic. Namun, ia membatalkan acara di Makassar lantaran pria berusia 52 tahun itu mendengar kabar dirinya dijadikan alat politik. 

Sementara itu, acara di Medan masih belum bisa dipastikan. Meski begitu, Maradona memastikan kedatangan dia ke Indonesia kali ini bukan yang terakhir. "Saya mau datang lagi ke sini. Buat semuanya indah. Saya senang di sini, mau ke Bali dan tempat lain," kata Maradona.

Ketua Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri), Eddy Sofyan, mengatakan Maradona mengalami sedikit kecewa. "Maradona sedikit marah saat ada seseorang yang mencoba memegang tangannya untuk bersalaman. Dia bilang 'don't touch me!’ Maradona lalu banting pintu dan langsung masuk mobil," ujar Eddy.

Penyelenggara perhelatan Maradona di Indonesia, Isran Noor, mengatakan Maradona sedikit khawatir dengan masalah keamanan. Isran tak begitu menanggapi saat ditanya nasib peserta coaching clinic yang sudah rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah.

Sepanjang kariernya, mantan pesepak bola berusia 52 tahun itu sudah memiliki kontroversi sejak usia 10 tahun. Dia berkali-kali kedapatan mengonsumsi kokain dan doping. Bahkan, saat tampil pada Piala Dunia 1994, ia didepak lalu dilarang bermain karena kedapatan menggunakan doping.

Meski begitu, penampilan Maradona di lapangan hijau sangat memukau. Ketika mengikuti Piala Dunia 1986 di Meksiko, Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa versi FIFA, yaitu ketika Argentina bertemu Inggris dalam babak perempat final. 

Pada saat itu, Maradona melakukan sprint sambil membawa bola dari tengah lapangan, kemudian melewati lima orang pemain Inggris. Semua itu dilakukan Maradona hanya dalam rentang waktu kurang lebih 10 detik.

Sayangnya, pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol melalui bantuan tangan, yang dikatakan Maradona sebagai hasil bantuan 'tangan Tuhan'. Ia akhirnya mengakui hal tersebut dilakukan dengan sengaja pada 22 Agustus 2005.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement