REPUBLIKA.CO.ID, Tepat 22 tahun lalu, 17 Juli 1991, sebanyak 22 klub anggota Divisi Utama Liga Inggris menandatangani Kesepakatan Anggota Pendiri. Kesepakatan ini mengatur lahirnya sistem dan format baru di kompetisi tertinggi sepak bola di Inggris. Format baru itu disebut Liga Primer Inggris.
Ada lima klub yang mempelopori kesepakatan ini, yaitu Arsenal, Everton, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur. Liga Primer Inggris akan menjadi kompetisi level tertinggi di Inggris, menggantikan Divisi Utama.
Dalam sistem kompetisi yang baru dibentuk ini, Liga Primer Inggris memiliki kebebasan untuk bernegosiasi soal hak siar dan aspek komersial dari liga tersebut. Dengan aturan ini, Liga Primer Inggris tidak lagi tergantung oleh Football Asociation (FA) dan Football League.
Keputusan itu diambil agar klub-klub Inggris memiliki pendapatan untuk bisa membangun timnya. Khusus untuk royalti hak siar, prinsip pembagiannya pun dibuat seimbang, 50 persen hak siar dibagi kepada seluruh anggota klub, 25 persen dibagi kepada klub berdasarkan posisi liga terakhir, dan 25 persen sisanya akan dibagi kepada tim tuan rumah dan tim tandang yang pertandingannya disiarkan secara langsung.
Sebagai bentuk kelanjutan konsep tersebut, para anggota Liga Primer Inggris akhirnya membentuk sebuah badan usaha, yang mengurusi Liga Primer Inggris, yaitu The Football Association Premier League Limited. Musim pertama Liga Primer Inggris dimulai secara resmi pada musim 1992-93, dengan melibatkan 22 klub. Manchester United keluar sebagai juara pertama Liga Primer Inggris.