REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- David Moyes boleh saja berbangga hati usai berhasil melewati ujian pertama dengan memetik tiga poin pada laga pembuka Liga Primer Inggris. Namun, ujian sebenarnya akan tersaji di Old Trafford saat Manchester United menjamu Chelsea pada Selasa (27/8) dinihari WIB nanti.
Moyes, yang didapuk menggantikan posisi Sir Alex Ferguson, sukses mengawali musim dengan hasil meyakinkan. Ia mampu membawa MU memetik kemenangan telak 4-1 di kandang Swansea City.
Pelatih berusia 50 tahun itu sadar betul tak bisa menjadikan kemenangan atas Swansea sebagai tolak ukur keberhasilan racikan strateginya untuk mempertahankan trofi Liga Primer Inggris. Secara historis, MU memang lebih unggul ketimbang Swansea.
Namun, Chelsea bisa menjadi tolak ukur sebenarnya bagi Moyes. Apalagi, Chelsea kini kembali ditukangi Jose Mourinho. Sosok yang belum pernah dikalahkan Moyes di lapangan hijau.
Karena itu, Moyes mengaku sangat antusias untuk menjalani laga kandang pertamanya dengan melawan The Blues.
"Menjamu Chelsea di Old Trafford akan menjadi sensasi tersendiri bagi saya," kata Moyes, sepert dilansir Goal, Ahad (25/8).
Wajar bila Moyes melontarkan kalimat bernada ketar-ketir. Kredibilitas Moyes sebagai suksesor Fergie akan dipertaruhkan pada laga nanti. Apalagi, Moyes memiliki rekor buruk melawan Mourinho.
Moyes sudah delapan kali beradu taktik dengan Mourinho. Moyes saat itu masih menukangi Everton. Sementara, Mourinho di Chelsea sebelum ia hijrah ke Inter Milan dan Real Madrid.
Dari delapan pertemuan itu, Mourinho berhasil memetik lima kemenangan. Sisanya berakhir dengan hasil imbang.
Pertemuan pertama keduanya terjadi di musim 2004/2005 di ajang Liga Primer Inggris. Moyes saat itu harus mengakui kehebatan Mourinho yang sukses memetik kemenangan tipis 1-0 di Stamford Bridge.
Sedangkan pada pertemuan terakhir di musim 2006/2007, Moyes hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 di Stamford Bridge.