REPUBLIKA.CO.ID,MADRID — Pertandingan El Derby Madrileno di Santiago Bernabeu, Ahad (28/9) dini hari WIB memiliki arti penting bagi pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Selain kemenangan 1-0 yang mengakhiri rekor 14 tahun, Simeone merayakan laga melawan Real Madrid yang ke-200. Catatan tersebut dicapainya dengan status sebagai pemain maupun pelatih.
Pria berusia 43 tahun ini pertama kali bergabung dengan Atletico pada pada 1994. Simeone merumput di Vicente Calderon sebanyak dua periode yang berbeda, yaitu musim 1994-1997 dan 2003-2005. Dia memiliki peran penting lantaran masuk skuat utama ketika Los Rojiblancos menjadi yang terbaik pada musim 1995-96.
Sayangnya, trofi itu adalah yang terakhir kalinya diraih Atletico hingga mereka harus puasa gelar selama 17 tahun hingga musim ini. Gelar La Liga Spanyol yang dipersembahkan Simeone tersebut adalah yang kesembilan kalinya sejak klub ini berdiri pada 26 April 1903.
Setelah pensiun sebagai pemain dan melatih klub Racing Club, ia ditunjuk sebagai pelatih Atletico pada 23 Desember 2011 menggantikan Gregorio Manzano. Tidak butuh waktu lama, pada 9 Mei 2012, ia sukses mempersembahkan Liga Eropa.
Gelarnya bertambah setelah meraih Piala Super Eropa pada 31 Agustus 2012, dan meraih Copa del Rey dengan mengalahkan Real Madrid, 2-1 pada 17 Mei 2013. Di bawah asuhan Simeone, Atletico bisa bersaing di papan atas klasemen La Liga Spanyol