REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Para penggemar Hull City yang marah berharap FA akan menghadang semua upaya ketua klub Assem Allam untuk mengganti nama klub berusia 109 tahun ini menjadi Hull Tigers.Pebisnis kelahiran Mesir berusia 74 tahun itu, yang tiba di Hull sebagai mahasiswa berusia 29 tahun pada 1968, mengganti nama perusahaan induk klub dari Hull City Association Football Club menjadi Hull City Tigers pada Agustus.
Sekarang Allam, yang sangat tidak populer di kalangan para penggemar, yang menyelamatkan klub dari ambang kebangkrutan dan telah menginvestasikan sekitar 35 juta pound ke dalamnya, ingin mengubah nama klub liga Utama Inggris ini.Bagaimanapun, kelompok penggemar Hull yang bernama City Till We Die berharap FA melakukan intervensi terhadap keinginan penggantian nama itu.
Hanya FA yang mampu mengizinkan pergantian nama apapun.Pernyataan di situs resmi mereka (www.ambernectar.org) berbunyi, "Grup kami telah mengadakan kontak luas dengan sejumlah sosok kunci di FA, dan kami mengantisipasi mereka akan memiliki pandangan yang redup...terhadap pengumuman ini," demikian pernyataan resmi kelompok tersebut seperti dikutip reuters, Selasa (12/11).
Allam mengatakan dalam situs klub (www.hullcityfc.net) bahwa ia ingin menemukan sumber-sumber pemasukan lain bagi klub, yang memiliki warna kebesaran kuning tua dan hitam, di mana Stadion KC dimiliki oleh pemerintah kota.Ia meyakini merek "Tigers" akan memiliki lebih banyak "dampak pemasaran global" setelah sebelumnya mengatakan bahwa dirinya berpikir kata "City" terdengar "buruk" dan "terlalu umum.
Siituasi ini serupa dengan perubahan tidak populer yang terjadi di Cardiff City, di mana pemilik asal Malaysia Vincent Tan mengubah warna kostum klub dari biru menjadi merah pada tahun lalu, dengan keyakinan bahwa langkah itu akan "mendongkrak minat kepada klub di pasar-pasar internasional.