REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Pelatih Chelsea Jose Mourinho geram dengan kepemimpinan wasit Chris Foy saat timnya kalah 0-1 di kandang Aston Villa, dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris, Ahad (16/3) WIB dini hari. Dua pemain the Blues diganjar kartu merah dan Mourinho pun turut diusir dari lapangan.
Wasit mengusir Mourinho setelah melakukan protes jelang laga di Stadion Villa Park berakhir.
"Saya tidak tahu mengapa saya diusir. Saya bertanya, tapi wasit menolak berbicara dengan saya," ujar Mourinho, selepas laga, seperti dilansir BBC Live.
Mourinho terpancing untuk beraksi pada menit ke-68. Gelandang Chelsea Willian mendapat kartu kuning kedua setelah dianggap mendorong pemain Villa.
Willian pun harus lebih awal mengakhiri pertandingan. Mourinho tidak terima keputusan itu dan melayangkan protes pada wasit keempat di sisi lapangan.
Jelang akhir pertandingan, Mourinho kembali melakukan protes. Kali ini langsung pada Foy.
Protes itu terjadi setelah wasit memberikan kartu merah pada Ramires yang dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap Karim El Ahmadi. Karena reaksi itu, Foy kemudian meminta Mourinho untuk keluar dari lapangan.
Pelanggaran Ramires memang memicu reaksi pihak tuan rumah. Namun, Mourinho heran wasit tidak memberikan perlakuan serupa pada pemain lawan yang melakukan tindakan agresif.
"Mungkin Tuan Foy berpikir saya agresif, saya tidak tahu. Tidak ada patung dalam pertandingan sepak bola, jadi semua orang seharusnya dikeluarkan," kata juru taktik asal Portugal itu.
Mourinho tampak kecewa dengan kinerja Foy memimpin pertandingan. "Kami pasti sangat sangat tidak beruntung untuk mendapati kinerja wasit seperti ini. Ini bukan soal satu kesalahan yang bisa dibuat wasit, (seperti) memberikan penalti atau tidak, tapi ini soal performa selama 94 menit pertandingan," ujar dia.