REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Gylfi Sigurdsson mencetak gol kemenangan menjelang pertandingan usai, setelah Christian Erikssen membukukan dua gol ketika Tottenham Hotspur bangkit dari tertinggal 0-2 untuk berbalik menaklukkan Southampton 3-2 di Liga Primer Inggris pada Minggu.
Sigurdsson mengonversi operan gelandang Denmark Eriksen untuk menjaga peluang Spurs mengakhiri musim di posisi empat besar.
Mereka menghuni peringkat kelima dengan 56 angka, tertinggal enam angka dari tim peringkat keempat Arsenal yang telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
"Anda harus menemukan cara untuk menang, ini tidak terjadi begitu saja, ini bukan sepak bola fantastis namun pada akhirnya Anda harus menemukan cara untuk menang," kata pelatih Spurs Tim Sherwood kepada para pewarta.
"Kami harus bangkit dan bangkit dari dua atau tiga hasil buruk, kami telah memperlihatkan karakter dan itulah yang saya cari."
Pada pertandingan Minggu lainnya, Stoke City bangkit dari ketinggalan untuk menaklukkan Aston Villa 4-1 di Villa Park dan membuat mereka naik ke peringkat ke-10 di klasemen dengan 37 angka dari 31 pertandingan, unggul satu posisi dan tiga angka dari lawan-lawan mereka.
10 gol yang tercipta pada Minggu membuat total pada akhir pekan ini tercipta 42 gol, gol terbanyak dalam satu akhir pekan di Liga Utama Inggris sejak Desember 2012.
Southampton, yang memberi kesempatan bagi sejumlah pemain muda untuk bersaing mendapatkan tempat di tim Piala Dunia, mendominasi babak pembuka melalui sepak bola satu senuhan dan kesalahan dari bek kanan Spurs Kyle Naughton membuat mereka dapat unggul 2-0 pada menit ke-28.
Jay Rodriguez menyambar bola lemah setelah Naughton gagal menyapu bola dari kiper Artur Boruc, sehingga membuat bola berada di sudut sempurna untuk ditembakkan ke kiper Spurs Hugo Lloris, dan menjadi gol ke-15nya musim ini.
Kesalahan Naughton berikutnya, ketika ia gagal menyapu bola dari tepi kotak penaltinya sendiri, membuat Adam Lallana dapat menembakkan bola melewati Lloris untuk menjadi gol kedua Southampton.
Pelatih timnas Inggris Roy Hodgson, yang menyaksikan dari tribun penonton, akan mencatat kedua gol untuk dipertimbangkan dalam pemilihan anggota timnya.
Jarak dekat
Kesalahan lain, kali ini dari bek kanan Tha Saints Nathaniel Clyne membuat Spurs dapat memperkecil ketinggalan empat menit berselang, ketika ia membiarkan umpan silang dari Naughton melewati kakinya sehingga bola dapat dikejar Erikssen yang menembakkan bola dari jarak dekat.
Saat babak kedua baru bergulir satu menit Spurs menyamakan kedudukan ketika Roberto Soldado menaklukkan bek Dejan Lovren, sebelum mengirim umpan silang kepada Eriksen yang mengonversinya menjadi gol.
Sigurdsson, yang masuk saat turun minum untuk menggantikan Moussa Dembele, melengkapi kebangkitan timnya dengan tembakan keras mendatar.
"Kami unggul 2-0 dan dihukum berat karena sejumlah kesalahan, namun kami layak mendapatkan lebih saat melawan tim Tottenham yang sangat bagus," keluh pelatih Southampton Maurico Pochettino.
"Gol kedua mereka sesaat setelah turun minum mengganti dinamisme pertandingan secara keseluruhan, dan kami perlu mengatasi hal-hal seperti itu dengan lebih baik lagi."
Penyerang Belgia Christian Benteke membawa Villa unggul pada menit kelima, ketika ia menghantam bola ke bagian dalam atas gawang setelah rekan-rekannya memainkan kombinasi cerdas.
Namun Stoke yang dilatih Mark Hughes mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-26 ketika Peter Odemwinge berlari mengejar sundulan Peter Crouch dan melepaskan tembakan melewati kiper Brad Guzan.
Crouch, yang pernah bermain untuk Villa, melepaskan sepakan dari sisi samping kaki yang membawa Stoke unggul dan, setelah permainan bertahan yang buruk dari Villa, Steven N'Zonzi menuntaskan peluang dari tepi kotak penalti pada menit ke-42.
Pemain AS Geoff Cameron menambahi gol keempat semenit sebelum pertandingan usai.
"Kami telah menanti cukup lama untuk mendapatkan kemenangan tandang," kata Hughes, yang timnya baru mencatatkan kemenangan tandang kedua di liga musim ini dan yang pertama sejak September, kepada Sky Sports.
"Saya selalu merasa kami lebih kuat pada paruh kedua musim. Kami menikmatinya, kami masih harus memainkan tujuh pertandingan lagi dan ingin finis dengan baik."
Kekalahan bagi Villa, yang menaklukkan pemuncak klasemen Chelsea dengan skor 1-0 pada akhir pekan silam, membuat mereka menduduki peringkat ke-11 dengan 34 angka dari 30 pertandingan, dan pelatih Paul Lambert tidak gembira dengan penampilan timnya.
"Kami merupakan yang terbaik kedua," ucapnya. "Itu tidak cukup bagus. Kami melakukan start yang bagus, unggul setelah menit kelima."
"Pertandingan melawan Chelsea benar-benar berbeda, atmosfer dan semuanya, dan Anda kini kembali turun ke bumi."
"Mungkin pertandingan itu mengambil sedikit lebih banyak dari kami dibanding yang kami sadari."