REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Diawali dari gol Ezequiel Lavezzi pada menit keempat kemudian ditutup dengan gol dari Javier Pastore pada menit terakhir laga, Paris Saint Germain (PSG) sukses mengungguli Chelsea 3-1 dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (3/4) dini hari WIB.
Penampilan buruk para penggawa the Blues di Stadion Parc de Princess menjadi sorotan utama dari laga tersebut. Kegagalan John Terry menghalau bola umpan dari sisi kiri lapangan Chelsea harus dibayar mahal. Lavezzi mampu menaklukan Petr Cech pada menit keempat lewat sebuah tendangan voli setelah mengontrol bola dengan baik.
Namun, the Blues akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat titik penalti usai Oscar dilanggar Thiago Silva pada menit ke-27. Dengan tenang, winger asal Belgia, Eden Hazard, sukses menaklukan kiper PSG, Salvatore Sirigu.
Gol bunuh diri David Luiz pada menit ke-61 membuat tim tuan rumah kembali unggul. Berniat menghalau tendangan bebas Lavezzi, Luiz malah menanduk bola ke dalam gawangnya sendiri. Luka the Blues tidak berhenti sampai di situ. Pemain pengganti, Javier Pastore, sukses mengunci kemenangan tim tuan rumah.
Melakukan penetrasi dari sisi kiri pertahanan Chelsea, gelandang serang asal Argentina itu mampu melewati tiga pemain bertahan the Blues kemudian melepaskan tendangan yang menaklukan Petr Cech pada menit-menit akhir laga.
Gol Pastore inilah yang menjadi puncak kegeraman pelatih Chelsea, Jose Mourinho, atas penampilan anak-anak asuhnya di laga tersebut. Pelatih asal Portugal itu menyebut, gol Pastore itu seharusnya tidak perlu terjadi.
Bahkan, Mourinho menyebut, gol itu adalah lelucon. ''Gol ketiga mereka adalah sebuah lelucon, bukan sebuah gol. Gol itu terjadi begitu konyol. Kami mencetak gol bunuh diri, dan menikmati gol ketiga yang dicetak Pastore, karena gol Pastore itu soal Pastore dan kami,'' kata Mourinho seperti dikutip Mirror, Kamis (3/4).