REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelemahan dalam mengantisipasi bola-bola lambung masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan timnas sepak bola Indonesia U-19 dalam persiapannya menuju putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang.
Itu semakin terlihat dalam laga uji coba kedua melawan Oman U-19 di Stadion Sultan Qaboos, Muscat, Jumat (11/4). Evan Dimas dan kawan-kawan lebih dulu membuka keunggulan melalui gol penalti Fatchurohman pada menit ke-63. Namun keunggulan itu tak bertahan lama.
Gawang timnas U-19 kebobolan 11 menit berselang gara-gara kurang sigap dalam mengantisipasi tendangan penjuru. Pemain Oman, Muad Al Khadi, berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan.
Al Khadi cukup leluasa melakukan sundulan karena tidak mendapat kawalan berarti. Para pemain timnas U-19 yang berada di dekat Al Khadi, tidak melompat untuk memberikan gangguan.
Pada pertemuan pertama saat menuai kekalahan 1-2, dua hari sebelumnya, gawang timnas U-19 juga kebobolan lewat skema tendangan penjuru. Itu terjadi pada gol pertama Oman.
Beruntung, pada pertandingan kedua ini timnas U-19 mampu menyegel kemenangan pada menit ke-89. Septian David Maulana yang baru bermain empat menit, menjadi inspirator kemenangan tim. Septian dengan cerdik mengecoh bek Oman sebelum melepaskan tendangan keras yang ditepis kiper Oman dan kemudian membentur mistar gawang.
Striker Dimas Drajad yang juga baru diturunkan menggantikan Muchlis Hadi, sukses menyambar bola muntah dengan sundulan hasil tendangan Septian untuk memastikan kemenangan 2-1.