REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Sergio Ramos mempunyai nasib yang kurang bagus jika berhadapan dengan Bayern Muenchen. Bek tengah kelahiran Sevilla, 30 Maret 1986 silam, bergabung dengan Real Madrid pada 2005.
Pertemuan Ramos dengan Bayern terjadi saat Madrid menjalani leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim 2006/2007. Pertandingan perdana Ramos melawan Die Rotten, berseragam Madrid tersebut, digelar di Allianz Arena pada 7 Maret 2007, saat itu Ramos dimainkan sejak menit pertama. Sebenarnya, Madrid sudah unggul 3-2 di leg pertama, dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk melaju ke perempat final.
Namun, kala itu Dewi Fortuna tidak berpihak, sehingga El Real harus tersingkir. Petaka itu terjadi saat pertandingan baru berusia 10,12 detik. Adalah Roy Makay yang menghadirkan mimpi buruk. Bahkan gol tersebut menjadi yang tercepat di Liga Champion musim 2006-2007.
Beberapa menit kemudian Lucio memaksa Casillas memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya. Tujuh menit menjelang bubaran, tepatnya di menit ke-83 Real Madrid memperkecil ketinggalan menjadi 2-1mendapat hadia penalti. Eksekutor penalti sekaligus ujung tombak Madrid, Ruud van Nistelrooy. Sehingga Bayern berhak lolos karena menang agregat gol tandang.
Lima tahun kemudian Real Madrid kembali bersau dengan Bayern Muchen, di babak semifinal Liga Champions musim 2011/2012. El Real menyerah 2-1 di kandang Munchen, tapi Madrid sempat membalas di Bernabeau dua gol. Namun petaka pun muncul, lewat eksekusi penalti Arjen Robben membuat laga berkesudahan 2-1. Karena agregatnya sama adu pinalti pun di laksanakan.
Dalam drama adu pinalti, nasib sial menimpa Ramos. Bek tengah tersebut menjadi penendang keempat tapi Ramos gagal menuanaikan tugasnya setelah tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang. Sehingga Madrid pun kembali tersingkir oleh FC Holywood, dan Munchen berhak melaju ke Final. Rabu (22/4) dini hari ,Ramos punya kesempatan lagi untuk membalas dendamnya di masa lalu.