REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Barito Putera resmi memecat dua pemain naturalisasinya, Tonnie Cusell dan Ruben Wuarbanaran. Keduanya dipecat lantaran tidak pernah mengikuti sesi latihan tanpa izin.
"Mereka tidak bisa menjadi bagian dari kami. Mereka tidak bisa kompak dengan pemain lain," kata Pelatih Barito Putera, Salahudin, saat dikonfirmasi Republika via telepon, Senin (28/4).
Dia menjelaskan, Tonnie dan Ruben selalu membuat ulah dengan tidak mengikuti sesi latihan yang sudah dijadwalkan. Mereka selalu memisahkan diri dengan pemain lain dan tidak pernah bisa profesional.
Sebagai pemain sepak bola, seharusnya mereka mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sebuah klub. Bila hal demikian dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin mereka berdua akan menjadi penyakit bagi pemain lain.
Selain itu, sang pelatih juga menyampaikan bahwa ketidak disiplinan mereka bisa merusak harmonisasi dalam sebuah tim. Solahudin khawatir, tingkah laku tersebut dijadikan contoh pemain lain jika tidak ditindak tegas.
Puncaknya, ketika dalam pemusatan latihan di Stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur beberapa pekan lalu. Kedua pemain naturalisasi itu tidak mau bergabung bersama pemain lain untuk tinggal di mess yang telah disediakan klub. Mereka memilih menyewa kamar hotel selama pemusatan latihan.
Dia menambahkan, keberadaan mereka sekarang sudah tidak penting lagi. Bahkan, dengan tegas Solahudin mengatakan, ada atau tidak adanya dua pemain naturalisasi itu tidak akan berpengaruh apa-apa buat tim. "Justru kalau mereka saya pecat, tim kami lebih kompak dan para pemain menunjukkan kerja kerasnya," ujar Solahudin.