REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Striker Chelsea, Fernando Torres, mengungkapkan alasannya tampil tidak istimewa sejak berkostum The Blues awal 2011 silam. Padahal pada tiga setengah musim sebelumnya, saat memperkuat Liverpool, ia menjadi pujaan suporter The Reds karena ketajamannya di depan gawang lawan.
"Saya menyimpulkan, satu-satunya perubahan adalah warna kostum. Segalanya adalah soal adaptasi terhadap gaya bermain sebuah tim. Terdapat gaya yang cocok dengan saya sementara yang lainnya kurang cocok, itu saja," tutur Torres kepada majalah Prancis, So Foot.
"Sebelum kedatangan saya, Chelsea bermain dengan (Nicolas) Anelka dan (Didier) Drogba di lini serang. Saya datang untuk bermain dengan Anelka dalam sebuah sistem dengan tiga gelandang. Namun kami hanya bermain satu pertandingan dengan sistem itu."
"Saat itu, David Luiz dan saya ingin bertemu dengan (manajer Carlo) Ancelotti bersama karena kami adalah pemain-pemain yang datang terakhir (pertengahan musim). Kami diberi tahu bahwa kami pemain penting, namun pada kenyataannya kami tidak bermain. Mereka akhirnya berkata: 'Kami ingin mengakhiri musim dengan tim yang memulainya'.
"Saya tidak memahami apa yang terjadi. Saya kemudian mulai akrab dengan bangku cadangan. Saya mencoba meyakinkan diri saya dengan mengatakan segalanya akan segera berubah. (Andre) Villas-Boas datang, kemudian (Roberto) Di Matteo, akan tetapi semuanya selalu sama: Satu hari saya bermain, hari lainnya saya tidak." katanya.