Jumat 27 Jun 2014 08:00 WIB

Pemain Berpuasa, Timnas Prancis Adakan Program Konseling

Karim Benzema merayakan gol setelah menjebol gawang Honduras.
Foto: AP Photo
Karim Benzema merayakan gol setelah menjebol gawang Honduras.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Babak penyisihan grup Piala Dunia 2014 di Brasil sudah selesai digelar dan ada hikmahnya bagi pemain Iran dan Bosnia-Herzegovina yang tidak lolos ke putaran 16 besar, karena bisa menjalankan ibadah puasa di kampung halaman.

Putaran kedua turnamen dunia itu akan dilaksanakan dalam bulan Ramadhan dan sebagian pemain Prancis, Jerman, Swiss, Belgia, Aljazair dan Nigeria ada yang beragama Islam, sehingga mereka menghadapi pilihan yang sulit antara menjalankan ibadah puasa atau bermain sepak bola.

Kepala Bidang Medis FIFA, Jiri Dvorak mengatakan, pesepak bola yang seorang Muslim tidak cepat mengalami penurunan kondisi fisik mereka, meski dalam kondisi berpuasa.

"Kami telah membuat studi ekstensif pemain selama bulan Ramadhan. Kesimpulannya, jika Ramadhan diikuti dengan tepat, tidak akan ada penurunan kinerja fisik pemain," kata Dvorak kepada wartawan, Kamis (27/6).

Tim kesehatan dan kebugaran timnas Prancis juga sudah memperhitungkan untuk mempersiapkan program untuk para pemain Muslim mereka.

"Pada prinsipnya kami memperbolehkan mereka berpuasa di hari latihan, karena mereka adalah atlet profesional dan kami tahu kondisi fisik mereka sangat bugar, sehingga tidak akan timbul masalah kalau mereka berpuasa. Kami menghargai keyakinan mereka," kata pelatih kebugaran Les Bleus, Eric Bedouet seperti dilansir L'equipe.

Prancis akan mengadakan konseling bagi para pemain yang akan beribadah puasa. Itu lantaran mereka lolos ke fase 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil. Sehingga, mereka bisa merancang program latihan yang selaras dengan kewajiban agama mereka.

"Kami sangat fokus dengan kondisi fisik dan kebugaran mereka, dan setiap atlet itu punya reaksi yang berbeda dengan perubahan pola makan mereka. Karena itu dengan konseling ini kami bisa membuat metode yang tepat bagi setiap orang. Termasuk agar kewajiban ibadah ini juga tidak mengganggu program tim secara keseluruhan," kata Bedouet.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement