REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Defensif, konservatif dan Monoton. Mungkin itulah wajah Chelsea di tangan Jose Mourinho pada musim lalu. Jangan harap atraksi kick and rush ala sepak bola Inggris di tubuh the Blues.
Kemenangan Chelsea seperti apapun cara bermainnya merupakan hal utama yang ditonjolkan mantan pelatih Real Madrid tersebut. Tampaknya hal tersebut tak akan dirubah oleh arsitek berkebangsaan Portugal tersebut di musim ini.
Mou begitu dirinya akrab disapa dengan tegas menyatakan bahwa dirinya akan tetap mempertahankan filosofi bermain timnya. Baginya, segala kritik yang datang tak akan mampu menggoyahkan keyakinannya terhadap pakem bermain timnya.
"Satu hal yang bisa Anda lakukan adalah berusaha yang terbaik. Kami harus menjadi yang terbaik, lebih baik dari musim lalu, dalam segala hal. Kami harus berjuang mendapatkan gelar dan setelahnya jika memang ada yang lebih baik dari kami, itu karena mereka fantastis," kata Mou dilansir Goal, Ahad (17/8).
Petualangan Mou bersama timnya akan dimulai pada Selasa (19/8) dini hari WIB kala skuatnya bertandang ke Turf Moor markas tim promosi, Burnley. Duel dua tim ini bak bumi dan langit. Materi pemain serta kedalaman tim pada kedua tim sungguh timpang.
Menumpuknya sejumlah pemain bintang seperti Thibaut Courtois, Filipe Luis, Diego Costa, dan Cesc Fabregas di kubu Chelsea membuat skuat asuhan Mourinho diperkirakan akan menang mudah. Status tamu yang disandang Chelsea tak menjadi alasan untuk the Pensioners merebut poin penuh dari Burnley.
Meski diunggulkan, Mou seakan 'malu-malu' untuk mengakui kelebihan kualitas yang ada pada timnya. Dengan nada merendah, Mou mengatakan bahwa timnya masih jauh dari kata sempurna.
"Ini skuat untuk besok (Selasa dini hari WIB), untuk musim berikutnya dan juga kemungkinan besar skuat untuk lima, sepuluh tahun ke depan dengan banyak pemain muda, jadi saya senang dengn skuat yang saya miliki," ujar Mou.
Mou menambahkan bahwa sejatinya tidak ada tim yang memiliki skuat sempurna. Namun, Mou sudah cukup senang dengan skuatnya saat ini. Keberadaan Diego Costa dan juga Didier Drogba di lini serang Chelsea membuat Mou merasa cukup tenang.
Maklum saja, melempennya daya gedor Chelsea pada musim lalu disinyalir sebagai alasan terbesar gagalnya the Blues bersaing dengan Manchester City dan Arsenal. "Faktanya, manajemen memberikan saya dua striker dengan Didier (Drogba) kembali ke tim. Jadi kami memiliki skuat yang kami inginkan," sambung Mou.