Sabtu 23 Aug 2014 17:04 WIB

Tampil 10 Pemain, PSG Tertahan

Rep: c71/ Red: Fernan Rahadi
Pemain Paris Saint Germain melakukan selebrasi usai mengalahkan Olympique Marseille di laga Ligue 1 Prancis pada Ahad (6/10).
Foto: EPA/Guillaume Horcajuelo
Pemain Paris Saint Germain melakukan selebrasi usai mengalahkan Olympique Marseille di laga Ligue 1 Prancis pada Ahad (6/10).

REPUBLIKA.CO.ID, ANNECY -- 10 pemain Paris Saint Germain gagal memetik poin penuh dalam lawatan mereka ke Parc des Sports, Annecy kandang Evian Thonon Gaillard. PSG dan Evian harus puas berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol dalam pertarungan pekan ketiga kompetisi Ligue 1 Prancis pada Sabtu (23/8) dini hari WIB.

Kubu Evian tampaknya lebih senang dengan hasil ini karena mereka akhirnya meraih poin pertama mereka karena pada dua pertandingan sebelumnya mereka terus menelan kekalahan. Pelatih  PSG, Laurent Blanc menilai hasil imbang cukup layak untuk kedua tim. Blanc mengaku anak asuhnya tak berhasil menciptakan situasi yang cukup membahayakan untuk menyegel kemenangan baik ketika masih bermain dengan 11 orang.

"Saya memiliki kesan yang campur-aduk," kata Blanc seperti dikutip dari situs resmi klub.

Mantan pelatih tim nasional Prancis itu mengaku datang ke kandang Evian untuk meraih kemenangan. Blanc mengkritik anak asuhnya yang terlalu lambat memainkan bola. Lini serang yang tumpul akan menjadi pembenahan Blanc setelah laga ini. Pelatih berusia 48 tahun itu tak lupa memberikan pujian untuk kubu Evian. Menurutnya jika Evian bisa bermain seperti ini terus, mereka bisa menyulitkan siapa pun terutama jika tampil di kandang.

Yohan Cabaye terpaksa harus keluar lapangan usai mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-63. Rekrutan baru PSG dari Newcastle itu menambah masalah Les Parisiens yang cukup frustasi membobol gawang Evian. Apalagi, PSG harus kehilangan Zlatan Ibrahimovic, Thiago Motta, dan sang kapten Thiago Silva yang masih menderita cedera.

Dengan mengandalkan Edinson Cavani yang baru saja mencetak gol kala melawan Bastia pekan lalu, PSG belum sanggup menundukkan perlawanan Evian. Hasil ini tentu positif bagi Evian yang menelan kekalahan telak 2-6 dari Rennes pekan lalu. Penampilan mereka di partai pembuka Ligue 1, juga tak kalah buruk. Klub yang finis di peringkat ke-14 musim lalu itu dibantai tiga gol tanpa balas oleh Caen.

"Evian bermain sangat bertahan. Mereka tak ingin kebobolan lagi," kata kiper PSG, Salvatore Sirigu.

Kiper berusia 27 tahun itu mengaku tak bisa memaksimalkan penampilan babak pertama. Sirigu menilai timnya justru mendapatkan momentum setelah jeda pertandingan. Akan tetapi, situasi justru menjadi semakin sulit karena Cabaye malah mendapatkan kartu merah. "Kami tidak kalah. Itu harus diingat," kata Sirigu.

Anak asuh Pascal Dupraz menampilkan pertahanan yang jauh lebih solid ketimbang permainan mereka sebelumnya. Meski PSG mendominasi penguasaan bola dan lebih banyak menyerang, tembakan-tembakan Cavani dan Blaise Matuidi belum ada yang bisa merobek gawang yang dijaga Jesper Hansen. "Anak-anak menunjukkan performa baik dengan menghormati pertandingan ini," kata Dupraz dikutip dari situs resmi Ligue 1.

Menurut Dupraz, menghadapi tim sekelas PSG ia harus benar-benar fokus jika tak ingin hancur. Pelatih berusia 51 tahun itu menilai masalah yang harus dihadapi tim kecil seperti Evian adalah inkonsistensi. Dupraz berharap timnya bisa terus menunjukkan perilaku yang tepat dan tak pernah meremehkan laga lain di liga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement