Senin 25 Aug 2014 19:16 WIB

Bartemou: Ada Kesalahan Transfer di Barcelona

Rep: reja irfa widodo/ Red: Taufik Rachman
Josep Bartemou
Josep Bartemou

REPUBLIKA.CO.ID,BARCELONA -- Presiden Barcelona, Joseph Bartemou, mengakui ada kesalahan dalam kebijakan transfer Barcelona, terutama yang terkait dalam perekrutan pemain muda. Kesalahan dalam administrasi ini membuat el Barca dijatuhi sanksi dari FIFA berupa larangan terlibat dalam dua kali jendela transfer pemain.

Bartemou bahkan mengungkapkan, pihaknya sebenarnya tidak terlalu terkejut dengan keputusan Komite Banding FIFA untuk menolak semua banding Barcelona terkait larangan mendatangkan ataupun menjual pemain di dua kali kesempatan bursa transfer, Januari dan Juli-September 2015 mendatang.

Bartemou pun mengakui ada sejumlah kesalahan, terutama dalam administrasi, dalam perekrutan pemain berusia di bawah 18 tahun.Kendati begitu, Bartemou tetap yakin, pihaknya tidak bersalah dalam dakwaan FIFA terkait rekrutmen pemain-pemain di bawah 18 tahun.

Alhasil, Bartemou menegaskan, pihaknya akan tetap mengajukan banding atas sanksi ini ke Badan Arbitrase Olah Raga Internasional (CAS). ''Kami sadar, sanksi itu akan segera diratifikasi FIFA karena kami memang melakukan sejumlah kesalahan. Tapi kami bakal banding ke CAS. Kami akan berusaha keras melakukan pembelaan atas hal itu. Jadi dalam beberapa bulan mendatang, situasi bisa lebih menguntungkan kami,'' ujar Bartemou seperti dikutip Reuters, Senin (25/8).

Tidak hanya dilarang melakukan pergerakan di dua kali bursa transfer, Barcelona juga dijatuhi sanksi berupa denda sebesar 493,637 dollar AS (Rp 5,7 miliar). Selain itu, el Barca juga diberi waktu selama 90 hari mendatang untuk bisa membenahi administrasi pemain-pemain muda tersebut.

Barcelona kedapatan melanggar aturan FIFA soal rekrutmen pemain muda dengan mendatangkan dan mendaftarkan 10 pemain di bawah 18 tahun ke sebuah kompetisi resmi pada 2009 hingga 2013. Kini, dalam beberapa pekan mendatang, Barcelona akan segera melayangkan banding ke CAS.

''Kami memiliki beberapa pekan untuk bisa memberikan penjelasan soal motivasi kami dan berharap sanksi itu dikurangi. Kasus seperti ini sering kali ditangani CAS. Kami sadar telah melakukan kesalahan, tapi sanksi yang diberikan FIFA kami anggap terlalu berat,'' lanjut Bartemou.

Pengganti Sandro Rossel sebagai Presiden Barcelona itu menambahkan, timnya memang telah bersiap untuk tidak mendatangkan pemain di dua kali kesempatan bursa transfer pemain. Bartemou pun yakin, tim Barcelona B bisa menyediakan pemain-pemain dengan kualitas yang cukup baik.

Namun, Bartemou menegaskan pihaknya masih akan menunggu putusan CAS dan berharap masih bisa mendatangak pemain lagi.''Kami mungkin memiliki pemain-pemain di tim B yang cukup bagus untuk dipromosikan ke tim utama. Tapi kami masih menunggu hasil putusan CAS dalam beberapa bulan mendatang. Kami kira, sanksi itu sedikit berlebihan. Kami mungkin telah mendatangkan beberapa pemain, tapi kami belum sepenuhnya menutup pintu dan berharap bisa mencapai beberapa kesepakatan baru,'' tutur Bartemou.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement