REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Meski mengakui semua kesalahan yang dibuat pada masa lalu, termasuk kontroversi gigitannya terhadap Giorgio Chiellini dan Branislav Ivanovic, Luis Suarez masih tidak terima dengan hukuman yang diterimanya akibat dianggap berlaku rasis terhadap Patrice Evra.
Menurut penyerang Barcelona itu, sanksi yang diterimanya itu tidak dilandasi bukti yang kuat. Pada Oktober 2011 silam, tepatnya saat Liverpool berhadapan dengan Manchester United, Suarez dianggap menghina Evra lantaran memanggilnya dengan sebutan bernada rasisme. Atas ulahnya itu, FA menghukum Suarez larangan bertanding selama delapan laga dan denda uang sebesar 40 ribu pound.
Sebelumnya, Suarez memang telah meminta maaf atas semua kejadian 'gigitan' yang pernah dia lakukan, termasuk kepada Chiellini dan Ivanovic. Tapi untuk kasus pelecehan bernada rasisme yang ditujukan kepada Evra itu, Suarez masih tidak habis pikir dan masih tidak diterima dirinya disebut rasis.
"Saya dituduh melakukan perbuatan yang tidak memiliki bukti, itulah yang membuat saya geram. Saya mengaku bersalah atas perbuatan-perbuatan lain dan meminta maaf atas hal itu, tapi untuk masalah rasisme. Saat saya dituduh tanpa memiliki dasar yang kuat, hal itulah yang paling membuat saya kecewa," ujar Suarez di laman resmi klub, seperti dikutip ESPN.