REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Striker Barcelona, Luis Suarez segera menerbitkan buku otobiografinya dalam waktu dekat ini. Satu yang menjadi spesial dalam buku tersebut adalah curahan hati betapa besar rasa hormat dan kenangan manis pemain asal Uruguay tersebut dengan mantan pelatihnya di Liverpool, Brendan Rodgers.
Pelatih dan pemain itu memang memiliki ikatan yang erat di Liverpool. Keduanya saling mengandalkan di lapangan, kamar ganti, hingga pada akhirnya 75 juta pounds dari Barcelona memisahkan mereka pada Juli silam.
Bahkan dalam otobiografinya yang akan diluncurkan dengan judul Crossing The Line: My Story, pemain yang kerap melakukan ulah kontroversial itu merangkum begitu detil hal-hal kecil kebersamaan mereka baik dalam sesi latihan maupun di laga krusial.
Rodgers, ungkap Suarez, sudah menjadi filosofinya dalam bermain sepak bola.Dalam satu kisah di buku tersebut, Suarez menceritakan pengalaman pertama kalinya saat mengenal pelatih asal Irlandia utara itu.
"Dia berada di Melwood (tempat latihan Liverpool), baru dikukuhkan sebagai manajer baru Liverpool. Ia mengatakan kepada saya untuk memberinya waktu, kesempatan untuk membangun Liverpool," kata Suarez seperti dikutip Dailymail, Selasa (28/10).\
Menurut Suarez, Rodgers adalah sosok motivator ulung, dan mampu meredam emosi dan mengatur banyak karakter pemain. Rodgers, tambah Suarez, banyak memberi pelajaran penting untuk gaya bermain: passing, menekan tinggi, dan bergerak cepat.
Salah satu motivasi yang masih diingat Suarez, adalah saat sang pelatih bertatap muka kedua kalinya saat itu. "Aku bertemu Brendan di koridor, dia berkata dalam bahasa Spanyol: Kau pemain yang sangat baik, selamat," kenang Suarez.