REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Menapaki karier sebagai pelatih adalah salah satu dari sekian banyak pilihan karier yang diambil pesepakbola ketika memasuki masa pensiun. Pilihan sebagai arsitek klub juga diambil legenda Barcelona, Luis Enrique, tatkala memutuskan gantung sepatu medio 2004 silam. Enrique memutuskan untuk menangani tim B Blaugrana sejak 18 Juni 2008.
Tiga tahun kemudian, mantan gelandang Real Madrid ini mencoba peruntungan dengan melatih AS Roma. Namun, kegagalan Roma melangkah ke kompetisi Eropa, membuat Enrique mengakhiri kontrak dua tahun lebih dini. Tak lama menganggur, klub La Liga Celta Vigo memutuskan untuk menarik pria berusia 44 tahun tersebut.
Meskipun Celta hanyalah sebuah klub dengan materi pemain medioker, tangan dingin Enrique sukses membawa klub berjuluk Os Celestes ke peringkat kesembilan klasemen akhir La Liga. Sebuah pencapaian sensasional mengingat tak sedikit yang meragukan kapabilitas Enrique dan anak asuhnya.
Publik tentu belum melupakan kemenangan Celta 2-0 atas Real Madrid di kandangnya. Kemenangan yang menutup peluang Madrid meraih gelar juara La Liga 2013/2014.
Hanya semusim bertahan di Balaidos, pria kelahiran Gijon ini memutuskan untuk mengundurkan diri. Barca yang tengah mencari sosok pelatih pascakepergian Gerardo Martino, akhirnya merekrut Enrique.
Pada 1 November 2014, La Liga telah memasuki jornada 10. Salah satu bentrokan yang dihadirkan adalah tuan rumah Barcelona melawan Celta Vigo di Stadion Nou Camp. Duel pertama Enrique seusai meninggalkan Celta akhir musim silam.
Namun, romantisme jelas harus ditepikan. Enrique yang bernama lengkap Luis Enrique Martínez García ini kudu membawa Blaugrana meraup tiga poin. Terlebih, selisih diantara lima tim papan atas teramat minim.
Barca memang masih memimpin dengan 22 poin dari sembilan laga. Namun, Sevilla menguntit dengan hanya kalah selisih gol. Setelah itu berturut-turut Madrid, Valencia maupun Atletico Madrid berada di posisi selanjutnya dengan perbedaan satu hingga dua angka.
Menjelang laga, Barca sebenarnya dihadapkan pada kondisi yang tidak menguntungkan. Di saat Celta tak tampil dalam laga tengah pekan, Barcelona harus berjibaku dalam Piala Super Katalan kontra tim sekota Espanyol. Sebenarnya, laga ini harus dihelat 31 Juli 2014.
Akan tetapi, niatan Barca menurunkan tim B kala itu ditentang Federasi Sepakbola Katalan. Hingga akhirnya jadwal ditunda menjadi Kamis (30/10) dini hari WIB. Syarat pun jelas, Barca harus menurunkan tim utama.
Enrique tidak mau mengambil risiko dengan memainkan 100 persen penggawa utama kontra Espanyol. Walaupun menyiratkan keinginan untuk meraih trofi Piala Super Katalan, pria kelahiran Gijon ini akan memberi kesempatan bermain bagi para pelapis. Tidak hanya di tim utama, melainkan juga para pemain muda dari tim cadangan.
Dengan demikian, dapat dipastikan kala menghadapi Celta, Barcelona akan turun dengan kekuatan penuh. Trio lini depan akan tetap diisi Luis Suarez, Lionel Messi dan Neymar Junior. Sedangkan lini tengah masih dihuni trio Sergio Busquets, Xavi Hernandez dan Ivan Rakitic.
Ketiadaan Andres Iniesta sedikit banyak tentu berpengaruh. Namun, Rakitic dapat menjadi jawaban sementara. Lalu untuk lini belakang, kuartet Dani Alves, Gerard Pique, Javier Mascherano dan Jordi Alba, masih dipertahankan.