REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Peluang Manchester City untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2014/2015 berada di ujung tanduk. The Citizens di luar dugaan takluk 1-2 kala menjamu CSKA Moscow dalam matchday keempat Grup E di Etihad Stadium, Kamis (6/11) dinihari WIB.
Dua gol penyerang Krasno-sinie Seydou Doumbia masing-masing pada menit kedua dan 34, hanya mampu dibalas City melalui sebiji gol Yaya Toure pada menit kedelapan. Hasil ini membuat juara Liga Primer musim lalu terdampar di urutan akhir klasemen sementara Grup E dengan nilai dua.
Sergio Aguero dan kawan-kawan tertinggal dua poin dari AS Roma dan CSKA yang masing-masing menghuni peringkat kedua dan ketiga. Sedangkan posisi puncak dikuasai Bayern Munchen yang telah memastikan diri lolos karena telah meraih 12 angka.
Meskipun dalam kondisi serba sulit, manajer the Citizens Manuel Pellegrini meyakini City masih memiliki peluang untuk lolos ke fase berikut. Sebab, secara matematis peluang tersebut masih ada.
"Pertama, kami harus mengalahkan QPR (dalam lanjutan Liga Primer Inggris), lalu ada jeda laga internasional dan setelah itu kami akan mencoba untuk lolos ke tahap berikut. Situasinya lebih sulit tapi bukan tidak mungkin untuk digapai," ksts Pellegrini dilansir laman resmi klub, Kamis (6/11).
Sejumlah kalangan menilai, kekalahan the Citizens tak lepas dari kepemimpinan buruk wasit asal Yunani Anastasios Sidiropoulos. Tercatat dua kartu merah dilayangkan kepada dua penggawa lini tengah City yaitu Fernandinho dan Toure.
Di sisi lain, klaim Aguero terhadap dua pelanggaran yang berpotensi membuat CSKA dihukum penalti, diabaikan sang pengadil. Namun, Pellegrini enggan menyalahkan wasit dan lebih memilih menuding penampilan para pemain yang kurang baik sebab penyebab kekalahan.
"Perbedaan dalam pertandingan bukan hanya karena kesalahan wasit. Kami tidak bermain sebagaimana yang kami inginkan," ujar Pellegrini.
"Sulit dimengerti mengapa kami bermain di bawah performa hari ini," kata arsitek berkebangsaan Cile tersebut. Tak lupa, Pellegrini memuji CSKA yang disebut sebagai tim yang mampu mengoptimalkan peluang-peluang untuk mencetak gol.