Kamis 13 Nov 2014 09:09 WIB

Suarez: FIFA Memperlakukan Saya Seperti Penjahat

Rep: M Iqbal/ Red: Erik Purnama Putra
Adegan gigitan Luis Suarez ke Giorgio Chiellini.
Foto: Reuters
Adegan gigitan Luis Suarez ke Giorgio Chiellini.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Penyerang Barcelona asal Uruguay, Luis Suarez bicara blak-blakan dalam autobiografi berjudul Luis Suarez, My Story: Crossing the Line. Salah satu konten buku mengungkapkan kekecewaan Suarez atas sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin FIFA lantaran tindakannya menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini pada menit ke-79, laga Grup D Piala Dunia 2014, di Estadio Das Dunas, Natal, Selasa (24/6). 

Kala itu, pemain berusia 27 tahun tersebut dijatuhi sanksi larangan tampil di ajang internasional selama sembilan pertandingan, larangan terlibat dalam semua kegiatan sepak bola selama empat bulan dan denda 66.000 pound atau sekitar Rp 1,4 miliar.

"Mereka (FIFA) memperlakukan saya seperti penjahat," ujar Suarez dalam buku yang dilansir dua media Spanyol, Sport dan Marca, Kamis (13/11). 

Namun demikian, mantan striker Liverpool mengaku tidak menangis ketika mendengar hukuman FIFA.  Sebab, pelatih timnas Uruguay Oscar Tabarez dengan setia mendampingi Suarez.  Suarez juga mengaku bahwa ia melakukan sesuatu yang salah. "Itu salah saya," katanya. Terlebih, gigitan terhadap Chiellini merupakan yang ketiga kali sepanjang karier. 

Sebelumnya, penyerang Barcelona itu pun pernah menggigit bahu bek Chelsea Branislav Ivanovic dan gelandang PSV Eindhoven O. Bakkal. Pemain yang pernah membela Groningen ini pun kemudian membandingkan gigitan terhadap Chiellini dengan gigitan legendaris Mike Tyson di kuping Evander Holyfield.  "Tapi, tidak ada yang peduli tentang itu," kata Suarez. 

Setelah hukuman bertanding dari FIFA rampung, pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris 2013/2014, kemudian mulai membela Barcelona, klub baru di musim 2014/2015. Peristiwa itu terhampar jelang Piala Gamper. 

Luis Enrique pun menyambut Suarez dengan antusias dan berkata, "Mereka akhirnya membebaskan Suarez dari Teluk Guantanamo untuk kemudian berkumpul bersama kami. Setiap orang menyambutnya dan saya mencoba untuk tidak malu."

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi