Selasa 18 Nov 2014 15:09 WIB

Ini Analisis Timnas Portugal dan Argentina

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Foto: GiveMeSports
Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Magis dari Old Traffiord membuat dua penggawa populer sepak bola sejagat serta merta mengukir mimpi. Cristiano Ronaldo di kubu timnas Portugal berhadap-hadapan dengan Lionel Messi di kubu Argentina. Kedua pemain itu meneguhkan pakem kehidupan sarat nuansa kompetisi.

Portugal akan menghadapi Argentina dalam laga uji coba yang digelar di Old Trafford pada Rabu (19/11) dini hari WIB. CR7 justru menunjukkan grafik penampilan yang lebih konstan dalam empat tahun belakangan ketika dibesut oleh Paulo Bento, mantan pelatih timnas Portugal.

Ketika diasuh Carlos Queiroz, sinar pemain ini tidak begitu benderang. Ia hanya mampu mencetak dua gol dalam kurun dua tahun. Mengapa? Ronaldo menaruh kepercayaan kepada Bento sejak Ronaldo membela Sporting.

Ketika Ronaldo sebagai pemain muda di sana, Bento telah menjadi pemain profesional. Bento tahu betul cara menangani dan memoles Ronaldo. Faktor inilah yang banyak mempengaruhi penampilan Ronaldo bersama timnas Portugal, sementara lawan yang dihadapi justru Albiceleste.

Analisis taktik kedua pelatih:

Portugal:

* Portugal di bawah pelatih Fernando Santos tidak terlalu moncer. Fakta ini sangat berbeda ketika Ronaldo dan kawan-kawan diasuh dan dilatih oleh Paulo Bento.

* Santos memegang filosofi "tidak ada pemain favorit" dalam timnas. Dengan begitu, ia memanggil masuk Tiago dan Jose Bosingwa, sementara dua punggawa muda yakni Cedric Soares dan Raphael Guerreiro terus di bawah radar pelatih timnas Portugal ini.

* Santos menaruh kepercayaan kepada skuat muda usia, meski hasilnya belum positif benar di ajang internasional.      

* Mantan manajer timnas Yunani ini menunjukkan fleksibilitas. Ia memainkan formasi "diamond" ketika melawan Denmark dan justru kalah dari Armenia ketika memainkan skema 4-4-2. Untuk itu, ia bakal mengandalkan Ronaldo, Joao Moutinho dan Danny Postiga.

Argentina:

* Gerardo Martino punya nama di buku sejarah sepak bola Argentina. Ia terus mendorong Messi agar mampu tampil beringas di kotak penalti lawan. Ia sosok pelatih yang mampu memotivasi pemain kelas dunia.

* Los Albiceleste memainkan formasi 4-3-3 di bawah arahan Martino. Pola ini tidak jauh beda dengan formasi Barcelona pada 2011. Messi bakal didaulat beroperasi dari sayap kanan.

* Martino lebih menekankan kepada filosofi bermain dengan mengisi kekuatan di lini tengah, dengan menurunkan Sergio Aguero, Gonzalo Higuain dan Carlos Tevez. Sementara Angel Di Maria bakal beroperasi dari sayap kiri, justru bukan sebagai gelandang tengah.

* Martino perlu ekstra putar otak untuk menunjuk pemain yang bakal menempati posisi full-bek. Ini lantaran Marcos Rojo masih belum pulih benar dari cedera.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement