REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penyerang Liverpool, Mario Balotelli, pada Selasa meminta maaf atas unggahannya di sosial media yang terlihat mengandung potensi referensi terhadap rasisme dan anti-Semit.
Balotelli, yang membuat unggahan pada akun Instagramnya pada Senin, akan diperiksa oleh FA. Demikian menurut laporan sejumlah media Inggris.
Pemain Italia 24 tahun tersebut belakangan menghapus unggahan tersebut. "Saya meminta maaf jika saya telah menyakiti siapa pun," kata Balotelli melalui Twitter.
"Unggahan itu bermaksud anti-rasis dengan humor,'' katanya. ''Saya sekarang memahami bahwa itu sudah keluar konteks serta memiliki dampak sebaliknya."
Liverpool berkata mereka akan berbicara kepada penyerang yang direkrut dari AC Milan pada Agustus tersebut.
"Kami mencermati unggahan yang telah dihapus oleh sang pemain," kata juru bicara Liverpool kepada BBC. "Kami akan berbicara dengan sang pemain mengenai masalah ini."
Mantan ketua eksekutif FA, Simon Johnson, yang merupakan ketua eksekutif Dewan Kepemimpinan Yahudi, mengatakan Balotelli akan dihukum.
"Kami muak terhadap semua bentuk rasisme, di mana pun itu berada," ucapnya kepada surat kabar The Daily Telegraph.
"Kami meminta FA menyelidiki unggahan sosial media yang menyerang itu dan mengambil tindakan yang diperlukan, kita ingin menyepak rasisme dari sepak bola."