REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Steven Gerrard tertunduk suram di hadapan ribuan Liverpuldian yang menyaksikannya di Stadion Anfield, Rabu (9/12) dini hari WIB usai peluit panjang Bjorn Kuipers dibunyikan.
Mimpi Gerrard dkk meraih gelar juara Liga Champions terhenti di Anfield. Rupanya, tendangan bebas spektakuler Gerrard pada menit ke-81 gagal membawa Liverpool melangkah ke Liga Champions karena hanya mampu mendapatkan hasil imbang 1-1.
Namun, sang kapten justru menganggap berbagi poin dengan Basel merupakan hal yang pantas didapatkan timnya. Gerrard mengakui kekurangan performa timnya dalam laga kandang tersebut. "Kami belum maksimal dalam penampilan malam ini," kata Stevie G dilansir dari laman resmi klub, Rabu (10/12).
Padahal, masih tersisa sekitar 20 hingga 25 menit lagi untuk menambah gol ke gawang Basel. Namun, bermain dengan 10 orang dirasa Gerrard cukup merepotkan skuatnya.
"Sayangnya kami kurang mendapatkan energi kaki yang cukup di menit-menit penting karena wasit mengeluarkannya (Lazar Markovic)," kata Gerrard.
Malang, baru 15 menit diturunkan, striker Serbia itu harus diusir di menit ke-61 usai mengibaskan tangan terhadap bek Behrang Safari. Tak ayal keputusan wasit membuat sang juru taktik the reds, Brendan Rodgers geram.
"Sungguh keputusan yang buruk. Saya bahkan tidak yakin wasit melihat kejadian tersebut," ujar pelatih berusia 41 tahun itu.
Rodgers mengatakan keputusan Kuipers begitu menyulitkan timnya lantaran menyingkirkan pemain yang mampu bermain dinamis dan sangat bersinar. Meski begitu, Rodgers tak ingin terlarut dalam kesedihannya.
Mantan pelatih Swansea tersebut mencoba bangkit dan yakin bila anak asuhnya mampu melangkah di Liga Champions musim depan.
Pasalnya, perolehan poin the Reds tidak terpaut terlampau jauh dari posisi keempat klasemen Liga Primer Inggris. "Saya optimis kembali ke kompetisi ini musim depan," ungkapnya.