Ahad 14 Dec 2014 14:20 WIB

Barcelona Lakukan Eksperimen 'Strategi Aneh'

Rep: Wahyu Syahputra/ Red: Didi Purwadi
Pemain Barcelona melakukan selebrasi.
Foto: AP/Manu Fernandez
Pemain Barcelona melakukan selebrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Sehari sebelum laga dimulai, pelatih Barcelona Luis Enrique berpikir untuk menerapkan strategi baru bagi timnya untuk menghadapi Paris Saint Germain, di Stadion Camp Nou, Kamis (11/12) dini hari WIB. Inti strategi tersebut ialah memperkuat lini tengah Blaugrana untuk menyeimbangkan komunikasi antar lini belakang dan lini depan.

Walhasil, pelatih asal Spanyol ini memiliki formasi 3-5-1-1 dengan satu striker tunggal yang disokong oleh penyerang lubang. Dilansir dari laman Football Espana, strategi aneh ini justru membuat Barcelona memenangkan pertandingan dengan gol Lionel Messi (19'), Neymar (41') dan Luis Suarez (77').

Enrique mengakui terus mengamati perkembangan taktik tersebut meski sempat dikagetkan kecolongan lebih dulu oleh gol Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-15. Namun, permain Barcelona semakin berkembang pasca Messi menyamakan kedudukan. Publik yang khawatir dengan formasi ini, seketika dibuat terdiam oleh Enrique.

''Resiko di taktik kita? Lihat hasil yang kita dapatkan. Apa yang kita lakukan ini tergantung hasil yang kita dapatkan,'' kata dia.

Melalui Barca Blaugranes, Enrique berpendapat, tiga pemain belakang yang dipasang Marc Bartra, Gerard Pique and Jeremy Mathieu dirasa cukup untuk mengawal lini pertahanan dari serangan Ibrahimovic dan kawan-kawan. Ia melanjutkan, peran Iniesta sangat vital untuk menyeimbangkan formasi baru ini dan terbukti para pemain dengan cepat beradaptasi.

Enrique mengatakan, PSG bukanlah lawan enteng untuk dikalahkan, karena kerap menekan timnya melalui sisi lapangan dan sempat membuat barisan penyerang Barcelona kewalahan dengan rapatnya barisan pertahanan anak asuh Laurent Blanc. Namun, kemenangan ini menunjukkan Barcelona bermain pada level terbaik.

''Kita bermain di level terbaik. Kita berhasil meraih hasil positif dari pertandingan berat ini. Kita kuat jika kita memiliki kesempatan mengubah taktik, di mana lawan kita tidak mengetahuinya,'' ujarnya.

Memasang lima gelandang yang memiliki karakter menyerang disambut baik oleh gelandang Andres Iniesta. Menurut pemain asal Spanyol ini, perubahan taktik membuat tim bermain dengan maksimal, walaupun ia sempat kikuk dengan banyaknya pemain di sektor tengah.

''Sebelum pertandingan kita sempat berbicara mengenai area kita. Bagaimana caranya agar kita bisa superior dan aku pikir kita telah mengaturnya,'' kata dia.

Ia melanjutkan, para pemain memiliki peran masing-masing untuk membawa tim meraih kemenangan. Tapi, Messi, Suarez dan Neymar menjadi garansi kemenangan itu.

''Mereka menjadi garansi untuk kita, bagaimana meningkatkan sebuah performa,'' ujarnya. Iniesta berharap, Barcelona mampu menjaga tren positif yang sudah meraih delapan kemenangan dari delapan pertandingan terakhir.

Dilansir dari laman Inside Spanish Football, Blanc mengakui kemenangan Barcelona atas timnya. Ia mengatakan, timnya sempat tidak mampu keluar dari dominasi Barcelona, meski menyebut PSG beberapa kali membuat peluang untuk menyamakan kedudukan.

''Kita merasa frustrasi, kita telah mencoba menyamakan kedudukan menjadi 2-2, tapi kita gagal dalam penyelesaian. Kita pun gagal dalam pertahanan,'' kata dia.

Blanc menjelaskan, telah mengubah taktik untuk memanfaatkan kelengahan Barcelona dengan serangan balik. Tapi, upaya tersebut gagal karena kuatnya pertahanan yang dikawal Pique dan kawan-kawan. Blanc mengaku menerima keadaan finis di urutan kedua klasmen Grup F Liga Champions di bawah Barcelona.

Menurut pemain yang membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 tersebut, kekalahan ini menjadi pelajaran bagi tim untuk berlaga di babak selanjutnya. ''Babak selanjutnya anda akan melawan tim besar dan aku ingin hasil positif,'' kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement