REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Raheem Sterling menghapus tekanan terhadap pelatih Brendan Rodgers ketika Liverpool melaju ke semifinal Piala Liga Inggris berkat kemenangan 3-1 atas pemuncak klasemen Championship, Bournemouth, pada Rabu (Kamis WIB).
Rodgers diterpa banyak kritik pada beberapa pekan terakhir setelah Liverpool terpuruk di klasemen Liga Primer Inggris dan tersingkir di fase grup Liga Champions.
Kekalahan 0-3 di markas rival abadi Manchester United pada Minggu memicu Rodgers untuk mengakui bahwa tim Liverpool kekurangan kesatuan yang membawa mereka nyaris meraih gelar Inggris pada musim lalu.
Dalam situasi itu, kekalahan memalukan dari Bournemouth yang tampil di kompetisi strata kedua akan menjadi pukulan keras bagi harapan-harapan Rodgers untuk mempertahankan pekerjaannya.
Beruntung, ia mampu meninggalkan Dean Court dengan kepala tegak di mana dua gol Sterling mengapit gol sumbangan Lazar Markovic pada perempat final yang berlangsung berat sebelah itu.
"Saya pikir itu merupakan penampilan brilian. Ini akan selalu menjadi pekerjaan yang sulit, namun kami mengendalikan permainan. Kami layak melaju," kata Rodgers dimana timnya akan menghadapi Chelsea pada dua pertandingan semifinal yang akan berlangsung pada Januari.
"Raheem Sterling belakangan ini begitu lekat dengan apa yang saya sebut luar biasa,'' puji Rodgers. ''Ia merupakan pemuda berusia 20 tahun dan ia begitu mengagumkan untuk kami."
"Tidak masalah hasil undian menghadapkan kami dengan siapa, yang penting adalah kami berada di sana untuk memenangi kompetisi ini. Anda harus bisa memenangkan pertandingan-pertandingan melawan tim-tim besar,'' katanya.