REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengakui salah satu anak asuhnya, Olivier Giroud, memang pantas diusir keluar lapangan.
Pemaain asal Prancis itu mendapat kartu merah langsung dari wasit setelah menanduk bek QPR, Nedum Onuoha, menit 52 dalam laga boxing day Liga Primer Inggris pada Jumat (26/12).
Seperti dikutip dari BT Sport pada Sabtu (27/12), Giroud sendiri telah meminta maaf kepada para pemain lawan dan kawan usai diusir keluar dari lapangan.
Mantan pemain Montpellier itu juga merasa menyesal dengan perbuatannya. Ia menyesal karena pengusiran dirinya membuat permainan Arsenal menurun lantaran kalah dalam jumlah pemain. Beruntung karena Arsenal tetap mampu memetik tiga poin dengan mengalahkan QPR 2-1.
Sementara, Wenger mengakui apa yang dilakukan oleh pemainnya bukanlah tindakan terpuji. "Kami tahu kami berada dalam sebuah pertempuran berat. Kartu merah itu memang pantas. Olivier tak bisa mengontrol dirinya sendiri," keluh Wenger.
Wenger menambahkan hilangnya Giroud sangat merugikan bagi tim, meski akhirnya The Gunners sukses memenangkan pertandingan dengan skor tipis 2-1.
Namun, Wenger berharap Giroud tidak mengulangi kesalahannya di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Lantaran kehilangan satu pemain di tengah laga, bisa merubah jalanya pertandingan.