Rabu 14 Jan 2015 19:07 WIB

PSSI Harusnya Membuat Standardisasi Pemain

Rep: C65/ Red: Citra Listya Rini
Djoko Pekik Irianto (kiri)
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Djoko Pekik Irianto (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembinaan pesepak bola usia muda saat ini tengah dalam prioritas berbagai kalangan. Dikarenakan gagalnya tim nasional sepak bola Indonesia meraih prestasi lantaran skuatnya banyak diisi oleh pemain-pemain berusia 25 tahun ke atas, yang bisa dibilang pemain veteran.

Tak heran bila kini Sekolah Sepak Bola (SSB) di Indonesia kian menjamur, baik di perkotaan maupun pedesaan. SSB dengan harga murah ataupun mahal pun kini semuanya dengan mudah ditemui.

Namun, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kementrian Pemuda dan Olahraga, Djoko Pekik Irianto cukup menyayangkan kurangnya standarisasi SSB tersebut. Lantaran selama ini Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) belum membuat suatu acuan yang bisa dih SSB di Indonesia.

"PSSI seharusnya membuat standardisasi," kata Djoko saat ditemui di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (14/1).

PSSI dikatakan Djoko sebagai payung sepak bola yang menyentuh secara langsung dan memiliki kewajiban melakukan pembinaan dan pembuatan standarisasi tersebut. Seperti, ia menjelaskan kapabilitas pelatih, sistem pengajaran juga sarana dan prasarana.

Tidak hanya itu, adanya kompetisi yang memadai juga menjadi hal penting untuk meningkatkan prestasi pesepak bola usia muda. "PSSI itu bisa mengkoordinir kompetisi usia muda," ujar Djoko.

Ia menegaskan bukan membuat kompetisi sendiri melainkan menjalin kerjasama dan mengkoordinir berbagai kompetisi yang ada. Saat ini, kompetisi usia muda memang banyak diselenggarakan oleh pihak swasta seperti Liga Kompas, Liga Top Skor ataupun Kejuaraan Danone.

Djoko berharap PSSI dapat merangkul dan mengkoordinir berbagai kejuaraan itu agar berjalan dalam satu koridor. Jangan sampai, kata dia semua liga tersebut menyasar usia muda yang sama. "Bisa dikoordinir, liga yang ini untuk U-18, liga yang ini untuk U-12 misalnya," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement