Kamis 15 Jan 2015 20:10 WIB

PSSI Dikecam Anggota Dewan

Rep: C61/ Red: Didi Purwadi
Logo PSSI
Logo PSSI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi komisi X DPR RI gelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan perwakilan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Ruang Rapat Komisi X Nusantara I Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis siang (14/1).

Salah satu anggota komisi X, Reni Marlinawati, menyatakan selama ini PSSI kurang memperhatikan nasib Sekolah Sepak Bola (SSB). Padahal, kata Leni, SSB-lah yang membesarkan nama PSSI.

Anggota dewan dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai sikap abai PSSI terhadap SSB membuat prestasi dan perkembangan pemain berbakat di Indonesia terhambat. Banyak sekali contoh bentuk ketidakpedulian PSSI terhadap SSB, diantaranya, tidak adanya sarana lapangan yang layak buat mereka (SSB) berlatih. Kemudian tidak adanya standar kurikulum yang dibuat PSSI untuk SSB di seluruh Indonesia.

"Sebenarnya Indonesia memiliki jutaaan bibit pesepak bola berprestasi, jika diorganisir dengan baik. Sayangnya, itu tidak belum dilakukan oleh PSSI hingga saat ini. Baik itu dengan kurikulum SSB-nya sendiri maupun sarana serta prasarananya. Jangan melihat Indonesia itu seperti Jakarta yang serba ada, SSB yang didaerah perlu perhatian khususnya," ujar Reni, sesaat usai rapat di ruang Komisi X, Kamis (15/1) sore.

Tidak hanya itu, Reni juga menganggap PSSI juga tidak pernah mempedulikan kurikulum apa yang diberikan SSB kepada anak didiknya.

Bahkan PSSI tidak mengetahui jumlah SSB yang ada di Indonesia. Maka tak heran, jika pemain-pemain berprestasi mulai jarang bermunculan akibat acuhnya PSSI kepada SSB.

Kemudian, terkait lapangan sepak bola juga sama, PSSI tidak peduli. "Memang menyediakan lapangan sepak bola adalah kewajiban pemerintah. Tapi mereka juga tidak boleh menyalahkan pemerintah daerah, lantaran PSSI sendiri belum ada tindakan yang berarti bagi SSB. Padahal, mereka itu tumpuan PSSI sendiri," keluh Reni.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement