REPUBLIKA.CO.ID, MADRID--Real Madrid belum menyelesaikan paruh pertama musim. Los Blancos baru bermain 18 kali dan masih menyisakan satu laga tunda melawan Sevilla yang dijadwalkan akan dimainkan di Santiago Bernabeu pada 4 Februari.
Meski demikian, skuat asuhan Carlo Ancelotti dipastikan menjadi juara paruh musim. Cristiano Ronaldo dkk berada di puncak klasemen dengan nilai 45, unggul satu angka dari Barcelona yang sudah memainkan 19 pertandingan.
Juara paruh musim atau juara musim dingin hanyalah gelar kehormatan semata. Sebab tak ada trofi yang didapatkan. Tetapi dalam kasus Real Madrid ini merupakan pertanda amat baik.
Sejarah mencatat bahwa peluang Madrid juara La Liga setelah berjaya di paruh musim sebesar 70 persen. Dari 33 kali juara paruh musim, Los Blancos kemudian menggondol trofi La Liga sebanyak 23 kali.
Selama beberapa musim terakhir keunikan juara musim dingin telah terbukti menjadi sebuah pengukur yang akurat dari hasil musim secara keseluruhan. Pada 16 dari 20 musim terakhir, juara musim dingin telah mendapatkan gelar La Liga pada bulan Mei.
Keempat pengecualian terjadi pada musim 2001/2002, ketika Real memimpin pada bulan Januari, tapi Valencia yang juara. Kemudian pada 2002/2003 Real Sociedad juara musim dingin tapi Madrid yang akhirnya merajai La Liga. Pada 2006-2007 Barcelona berjaya di paruh musim tapi bertekuk lutut di akhir kepada Madrid. Kemudian musim lalu saat Barcelona unggul di paruh pertama tapi akhirnya harus mengakui ketangguhan Atlético Madrid.