REPUBLIKA.CO.ID, NAPLES -- Tidak ada yang lebih khawatir daripada publik kota Naples yang belum memiliki kepastian bertahannya Rafael Benitez di Napoli. Pelatih yang mengangkat moral Napoli sehingga bisa bertahan di posisi empat klasmen Liga Seri A, musim ini, tidak yakin akan masa depannya di San Paolo.
Tiga bulan jangka waktu yang diberikan oleh Benitez mengenai bertahan tidaknya ia di Napoli. Waktu tersebut dirasa cukup tanpa adanya alasan mengapa mantan pelatih Liverpool dan Chelsea itu ingin memutus karir di daratan sepak bola Italia.
''Saya memiliki rasa hormat dengan klub ini. Tapi, ini keputusan yang saya buat. Saya akan bicara dengan Presiden Aurelio De Laurentiis untuk masa depan saya. Saya memiliki waktu tiga bulan ke depan,'' ujar Benitez melalui Forza Italian Football.
Meski sibuk dengan masa depan karir kepelatihannya di Napoli, Benitez tetap fokus untuk mengantar Napoli ke posisi paling baik di Liga Seri A. Ia berjanji kepada fan dan manajemen klub, untuk menjaga konsistensi dan profesionalitasnya dalam mengasuh klub.
Melawan Genoa pada Selasa (27/1) dini hari WIB, Benitez akan memanfaatkan motivasi para pemain yang baru saja mengalahkan Lazio di liga dan Udinese di Copa Italia. Raihan itu dianggapnya sangat membantu keyakinan tim untuk menang pasca dikalahkan, 1-3 oleh Juventus di San Paolo.
Menjamu Genoa merupakan laga penting demi mempertahankan posisi Napoli. Genoa pun bukan lawan yang mudah dikalahkan, sekalipun pasukan Gian Piero Gasperini puasa kemenangan di lima pertandingan terakhir.
''Seluruhnya harus bermain dengan motivasi. Tim tidak boleh cepat puas dengan keadaan yang ada. Tim ini harus terus tumbuh, mengalahkan tim yang lain,'' kata dia.
Menanggapi catatan buruk tim pada lima pertandingan terakhir, Gasperini memilih untuk bermain menyerang sejak awal laga. Kemenangan wajib di raih tanpa sesumbar akan mencapainya. Napoli dianggap Gasperini merupakan salah satu tim terkuat di liga, sementara Genoa adalah tim yang sedang berada dalam performa menurun.
Gasperini menyebut pertandingan ini sebagai upaya memperbaiki jalur Genoa yang sudah mulai berubah. Menjelang akhir tahun, Genoa merupakan tim yang sulit dikalahkan dan sempat masuk lima besar.
Bahkan, Grifone (julukan Genoa) pun menjadi satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Juventus di liga. ''Kami hanya mempersiapkan segalanya termasuk keyakinan kami akan kemenangan. Mereka (Napoli) adalah tim yang hebat, dan sulit untuk dikalahkan. Kami akan objektif dan mengukur dengan realita,'' ujar Gasperini.
Keyakinan Gasperini menang di San Paolo semakin bertambah ketika penyerang yang dipinjam dari AC Milan, M’Baye Niang siap tampil melawan Napoli.