Sabtu 07 Feb 2015 18:11 WIB

Capres Barcelona Kecam Skandal Transfer Neymar

Rep: C69/ Red: Didi Purwadi
Neymar
Foto: Albert Gea/Reuters
Neymar

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Calon presiden Barcelona, Agusti Benedito, percaya prilaku klub dalam kontroversi penandatanganan Neymar dari Santos tidak bisa bisa diterima dan sulit dimaafkan. Sebelumnya, presiden Josep Maria Bartomeu menjadi tersangka terkait penipuan pajak biaya pemindahan pemain itu.

Sementara mantan presiden klub, Sandro Rosell, telah mengundurkan diri setelah ada pengaduan dari pendukung Barca atas pelaporan dana kesepakatan pemindahan Neymar. Pengganti Rossel, Bartomeu, dipanggil pengadilan pada 13 Februari mendatang setelah hakim menjatuhkan tuduhan pada Selasa lalu untuk tuduhan penipuan ini.

Tuduhan ini terkait 2,8 juta Euro (Rp 40 miliar) yang diduga belum dibayar sebagai pajak dalam penandatangan penyerang Brasil pada 2013.

"Ini hanya contoh lain dari kepemimpinan Rosell dan Bartomeu. Ini ketidaktransparansi yang tidak bisa diterima. Mereka tidak mengatakan kebenaran pada kami. Mereka hanya memberi penjelasan setengah-setengah dan kami tetap mencari tahu sedikit demi sedikit," katanya dikutip Goal.

Barcelona membayar Santos lebih dari 17 juta Euro di musim panas 2013. Namun, mereka mengklaim biaya resmi 57,1 juta Euro (Rp 818 miliar).

Setelah pengunduran diri Rosell, klub itu menyatakan bahwa sebenarnya mereka mengeluarkan biaya 86,2 juta Euro (Rp 1,2 triliun). Itu termasuk 40 juta Euro (Rp 573 miliar) untuk orang tua pemain.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement